Mitigasi Karhutla, Dishut Kalsel Siapkan Pengairan Zona Rawan

Mitigasi Karhutla, Dishut Kalsel Siapkan Pengairan Zona Rawan
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra.(Sumber:NET)

BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel menyiapkan serangkaian langkah mitigasi guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan.

Strategi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait Penanggulangan Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan secara daring, Senin (10/8) kemarin.

Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama saat ini yaitu menyiapkan infrastruktur pengairan secara masif, khususnya di area prioritas Ring 1 Bandara Syamsudin Noor.

Menurut penjelasannya, wilayah tersebut menjadi perhatian lantaran potensi kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas penerbangan sekaligus memengaruhi perekonomian daerah.

Berdasarkan hasil pemantauan tim lapangan Dishut Kalsel di kawasan Cindai Alus, strategi pengairan bakal disesuaikan dengan kondisi geografis pada tiap-tiap lokasi.

“Ada lokasi yang memang mengharuskan penggunaan mesin pompa air, namun ada juga titik-titik yang aliran airnya bisa dimanfaatkan tanpa harus menggunakan mesin,” ujar Fathimatuzzahra, Selasa (11/8/2026).

Selain area Bandara Syamsudin Noor, Dishut Kalsel turut memberikan perhatian khusus terhadap potensi karhutla di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

Guna mengantisipasi meluasnya api di area tersebut, Dishut Kalsel telah menyiapkan beberapa skema pertahanan teknis, seperti pemasangan tandon air secara berkala, optimalisasi aliran air, serta pembersihan tepi jalan (clearing).

Fathimatuzzahra menilai langkah tersebut krusial untuk mencegah api merambat dengan cepat, termasuk jika kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia seperti pembuangan puntung rokok oleh pengguna jalan.

“Untuk kawasan Tahura Sultan Adam kita telah merancang skema pertahanan teknis, di antaranya pemasangan tandon berkala, optimalisasi aliran air, dan pembersihan pinggir jalan (clearing) yang dinilai sangat krusial agar jika ada unsur kesengajaan maupun ketidaksengajaan, seperti buangan puntung rokok dari pelintas, aliran api tidak memiliki bahan bakar untuk menjalar dengan cepat,” tegasnya.

Melalui kolaborasi lintas SKPD dan penguatan mitigasi berbasis infrastruktur, Pemprov Kalsel optimistis potensi dampak karhutla pada tahun ini dapat diminimalkan.

Upaya tersebut utamanya ditujukan untuk melindungi objek vital, kawasan konservasi, serta wilayah hutan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index