JAKARTA - Kerugian finansial hingga nominal Rp1,2 miliar dialami oleh kreator konten Vilmei. Tindakan penyelewengan dana tersebut diduga kuat dilakukan oleh salah satu karyawannya sendiri.
Melalui postingan pada akun Instagram pribadinya, dijelaskan bahwa uang hasil pendapatan dari akun TikTok miliknya telah diambil oleh sang karyawan. Uang yang terakumulasi selama satu tahun tersebut dikuras tanpa sepengetahuannya.
“Hari ini aku sedih, pusing banget, salah satu karyawan aku ada yang ngambil uang Rp1,2 miliar. Ini diambil dari uang akun TikTok yang sebelumnya enggak aku pernah aku sama sekali dari awal ngonten, udah tujuh tahun,” kata Vilmei.
Ulah pencurian ini baru diketahui ketika hendak melunasi pembayaran transaksi makanan. Kreator konten yang memiliki 72,7 juta pengikut tersebut kaget saat mendapati saldo akun TikTok miliknya hanya tersisa nominal Rp1 juta.
“Diambil sisa Rp1 juta-an, pas aku mau bayar makan sisa Rp1 juta,” tutur Vilmei.
Setelah mengumpulkan seluruh staf untuk menelusuri pelaku, sosok karyawan bernama Zahra terbukti melakukan penyelewengan dana tersebut. Rasa kecewa dan amarah tidak dapat ditutupi atas aksi pencurian yang berlangsung selama setahun itu.
“Lu jahatin gue satu tahun. Gue gak bisa tidur, gue kira itu Keisha, gue udah sakit hati sama dia. Udah kerjaan lu yang paling simple daripada yang lain. Kerjaan paling gampang. Nikmatin duit sebanyak itu lu setahun,” ujar Vilmei.
Dalam sesi interogasi, pelaku mengaku menjalankan aksi pembobolan dana bersama kekasihnya yang bernama Arka. Pelaku berdalih terpaksa menuruti keinginan kekasihnya lantaran mendapat ancaman penyebaran video syur.
“Dia (Arka) bilang, ‘Ayolah ambil, aku lagi enggak ada (uang). Kalau kamu enggak mau, aku bisa sebarin video syur kami ke papa kamu.’ Jadi dia enggak hanya kirim video itu ke papa aku, tapi ke teman-teman aku, juga,” jelas Zahra.
Uang hasil kejahatan tersebut dipakai untuk membiayai beragam kebutuhan hidup kekasihnya, mulai dari membelikan unit ponsel hingga memberi uang saku sekolah.
“HP, terus bayar sekolah dia, bahkan bekal uang sekolah dia, untuk makan. Kadang keluarganya minta uang,” ungkap Zahra.
Tidak hanya mengalir ke kekasihnya, uang curian tersebut juga dibagikan kepada rekan-rekannya yang berusia 19 hingga 22 tahun untuk dipakai berfoya-foya.
“Anak-anak umur 19 sampai 22 tahun, berkomplotan sama karyawan aku buat nyuri duit aku dari TikTok terus mabuk-mabukan. Gue kerja, nge-live sampai 18 jam, duit gue dicolong buat mereka mabuk,” ujar Vilmei.
Langkah tegas membawa kasus ini ke ranah hukum akhirnya diambil atas tindakan yang merugikan tersebut. Laporan resmi telah dilayangkan ke Polres Metro Bekasi Kota agar diproses lebih lanjut secara hukum.