JAKARTA - Mantan aktris cilik, Raquel Lee, melayangkan gugatan hukum terhadap pihak Disney atas dugaan kasus pemerkosaan yang menimpa dirinya saat masih berusia 14 tahun dalam proses produksi film The Proof Point pada 2001 silam. Dalam berkas gugatannya, Raquel Lee menuding pihak Disney telah bersikap lalai serta tidak memberikan perlindungan yang layak dan semestinya kepada para pemeran anak-anak.
Raquel Lee mengungkapkan bahwa seorang pekerja laki-laki dewasa yang terlibat dalam pembuatan film tersebut telah melakukan grooming, pelecehan, hingga kekerasan seksual secara berulang selama masa produksi film The Proof Point berlangsung.
Oknum karyawan tersebut diduga mencekoki Raquel Lee dengan minuman beralkohol lalu melakukan kejahatan seksual saat para kru dan pemain menginap di Salt Lake City, yang kemudian berulang kembali pada sesi penerbangan menuju California.
Dalam dokumen gugatan juga disebutkan bahwa pihak Disney bersama sutradara The Proof Point, Neal Israel, sebelumnya sempat meminta Raquel Lee untuk membangun ikatan emosional (bonding) dan menaruh kepercayaan penuh kepada karyawan tersebut.
Raquel Lee membeberkan bahwa oknum tersebut secara konsisten melontarkan gurauan serta lontaran bernada seksual di area lokasi syuting, yang disinyalir diketahui oleh pihak Disney namun tidak ditindaklanjuti secara tegas.
Peristiwa kelam itu diakui Raquel Lee mengubah drastis perjalanan masa kecilnya secara signifikan. Sebelum insiden tersebut terjadi, Raquel Lee mengenali dirinya sebagai sosok aktris cilik yang penuh energi, cerdas, tekun, serta selalu fokus menghafal dialog dan mempersiapkan diri sebelum mengambil peran.
"Setelah kejadian saya berubah menjadi anak yang sering merasa kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan sakit-sakitan. Saya juga tidak bisa fokus, tidak bisa menghafal dialog, dengan tubuh berbau alkohol, serta kerap merasa mual atau muntah di lokasi syuting," demikian kata Lee dalam dokumen gugatan dilansir laman Variety, Selasa (25/8/2026).
Raquel Lee juga menyayangkan penanganan dari pihak Disney yang dinilai tidak memberi perawatan medis memadai. Bukannya mencari solusi atau mengidentifikasi penyebab trauma, sejumlah pimpinan eksekutif Disney justru menyudutkannya sebagai sosok pembuat masalah hingga membatalkan keterlibatannya pada beberapa proyek lain setelah produksi film The Proof Point selesai.
Pihak kuasa hukum Raquel Lee, Douglas Wigdor dan Jane Kim, menyampaikan bahwa dalam satu dekade terakhir kian banyak mantan bintang cilik yang berani membuka suara terkait perlakuan buruk serta trauma kekerasan yang mereka alami sewaktu berkarier di industri hiburan. "Sebagai mantan jaksa pemerintah, pesan kami kepada industri hiburan sangat sederhana. Perilaku ini tidak dapat dimaafkan, dan pihak-pihak yang terlibat. baik secara langsung maupun tidak langsung, harus dimintai pertanggungjawaban," kata mereka.
Oleh sebab itu, kedua pengacara tersebut menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Disney serta para pihak yang terlibat atas rentetan kekerasan yang menimpa kliennya. "Disney membiarkan terjadinya pelecehan seksual di lokasi syuting, dengan menoleransi lelucon bernuansa seksual, komentar tak pantas, tindakan meraba-raba, dan sentuhan fisik yang berlebihan. Mereka harus bertanggung jawab," kata pengacara Lee.
Melalui gugatannya, Raquel Lee menuntut ganti rugi materil atas kerugian finansial, ganti rugi atas beban tekanan emosional yang dialami, serta ganti rugi punitif. Sampai saat ini, pihak Disney belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan gugatan tersebut.
Sebagai informasi, Raquel Lee mengawali kariernya sebagai bintang cilik dan sempat tampil dalam tayangan "The Amanda Show" periode 1999 hingga 2000, sebelum memerankan karakter Marie Ballard pada film The Proof Point di tahun 2001.
Namanya semakin dikenal saat dipercaya menjadi pengisi suara karakter Nubia Gross di serial animasi "The Proud Family" (2001–2005), serta kembali mengisi suara untuk seri "The Proud Family: Louder and Prouder" pada rentang 2022 hingga 2026.
Raquel Lee juga menjadi salah satu figur yang memberikan kesaksian dalam dokumenter "Quiet on Set: The Dark Side of Kids TV" pada tahun 2024. Dokumenter tersebut membongkar sisi kelam dan pengalaman pahit mantan aktor cilik di balik layar berbagai program televisi anak-anak, termasuk "All That" dan "The Amanda Show", di mana Raquel Lee turut menyuarakan tantangannya sebagai aktris cilik kulit hitam di dunia hiburan.
Pada April 2024, Raquel Lee sempat meluapkan kekecewaannya lantaran tidak diikutsertakan dalam forum diskusi panel yang membahas dokumenter "Quiet on Set". Menurut pandangannya, industri hiburan sering kali memanfaatkan kisah trauma para mantan aktris cilik tanpa benar-benar memberikan ruang bagi mereka untuk terlibat langsung dalam mendorong perubahan yang nyata.
"Industri ini tidak melakukan apa pun selain menyakiti saya, berulang kali, sejak saya masih kecil. Kalian ingin aku membagikan kisahku, tetapi tidak ingin melibatkanku dalam narasi perubahan yang sesungguhnya? Tidak. Aku tidak sanggup lagi," kata Lee. Lee telah menikah dengan Edouard Bolleau sejak 2016. Mereka dikaruniai tiga orang anak.