JAKARTA - Infrastruktur jalan tol di Indonesia saat ini tidak sekadar berfungsi untuk menunjang mobilitas warga serta kelancaran distribusi logistik.Pemerintah turut mengembangkan beberapa ruas jalan tol bermodel fungsi ganda (dual use), yaitu dapat dialihfungsikan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada situasi tertentu.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan bahwa setidaknya ada empat ruas jalan tol yang dirancang demi mendukung pertahanan nasional tanpa mengabaikan fungsi utamanya sebagai fasilitas transportasi sipil.
Daftar empat ruas itu mencakup Tol Banda Aceh-Sigli, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), dan Tol Probolinggo-Banyuwangi.
Di antara keempatnya, Tol Terpeka menjadi ruas pertama yang berhasil membuktikan fungsi strategis tersebut.
Pada 11 Februari 2026, jalan tol ini sukses dipakai dalam uji coba pendaratan serta lepas landas pesawat tempur EMB-314 Super Tucano dan F-16, yang sekaligus mengukir sejarah sebagai pendaratan pesawat tempur pertama di tol Indonesia.
"Uji coba tersebut menjadi pendaratan pesawat tempur pertama di ruas jalan tol Indonesia," tulis Kementerian PU melalui akun Instagram resminya, dikutip Senin (3/8/2026).
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi cuma dinilai dari dorongannya terhadap pertumbuhan ekonomi lewat konektivitas dan efisiensi logistik.
Menurut dia, infrastruktur juga wajib mempunyai nilai strategis demi memperkuat kepentingan nasional, termasuk pada sektor pertahanan.
Gagasan dual use dianggap sebagai wujud optimalisasi investasi infrastruktur.Lewat metode ini, aset negara yang dibangun dengan anggaran besar bukan hanya mendatangkan hasil secara ekonomi, melainkan juga meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan tanpa perlu mendirikan fasilitas baru yang bersifat khusus.
Langkah tersebut menempatkan jalan tol sebagai infrastruktur strategis nasional berfungsionalitas luas, mulai dari memperlancar distribusi barang dan penumpang hingga menopang operasi militer dalam kondisi darurat.
Di tengah makin tingginya tuntutan efisiensi anggaran negara, pemanfaatan ganda pada infrastruktur dianggap sebagai salah satu opsi terbaik untuk memaksimalkan nilai ekonomi sekaligus memperkokoh ketahanan nasional.