BANDUNG - Pemprov Jawa Barat merespons positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang merestui kelanjutan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Bocimi) sampai Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan dukungan penuh atas proyek yang terdaftar dalam proyek strategis nasional (PSN) ini.
Ketika dikonfirmasi jurnalis mengenai dukungan Pemprov Jabar atas rencana perpanjangan Tol Bocimi ke Padalarang, Dedi memberikan jawaban singkat. "Setuju. Sangat setuju," kata KDM, Senin (3/8/2026).
Di sisi lain, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menyebutkan bahwasanya urusan teknis konstruksi sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat lewat Kementerian Pekerjaan Umum. "Sebaiknya konfirmasi teknis ke Kementerian PU," ujar Herman.
Menurut Herman, keterlibatan Pemprov Jawa Barat dalam proyek ini terfokus pada penetapan lokasi dan proses pembebasan lahan. "Pembebasan lahannya kemungkinan diusulkan ke Lembaga Manajemen Aset Negara [LMAN] karena termasuk sebagai salah satu proyek strategis nasional," katanya.
Ia menambahkan bahwa pengerjaan jalan tol ini direncanakan mengusung skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). "Untuk pelaksanaannya menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha," tambah Herman.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui keberlanjutan pembangunan Tol Bocimi hingga Padalarang dengan alokasi anggaran Rp7,7 triliun.
Proyek ini tercantum sebagai PSN sesuai ketetapan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Aturan tersebut pun mewajibkan penanggung jawab proyek menyampaikan evaluasi jika pengerjaan tidak berjalan sesuai target waktu yang ditetapkan.
Tol Ciawi-Sukabumi-Ciranjang-Padalarang yang dirancang pemerintah tercatat memiliki panjang keseluruhan sekitar 115 kilometer.
Sementara ruas baru penghubung Sukabumi-Ciranjang-Padalarang diperkirakan membentang sepanjang 56,6 kilometer hingga kelak mengoneksikan Tol Bocimi dengan Tol Padaleunyi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.Jika terealisasi, jalur ini menjadi alternatif anyar menuju Bandung selain melewati Tol Cipularang.
Kehadirannya diharapkan sanggup memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor dan Sukabumi ke Bandung Raya, mempermudah distribusi logistik, meningkatkan mobilitas warga, serta memicu pertumbuhan ekonomi wilayah Sukabumi, Cianjur, hingga Bandung Barat.