Erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Banten Pantau Potensi Tsunami

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:54:52 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih mengalami erupsi tiga kali.(FOTO:NET)

SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan bahwa pihak mereka hingga kini terus mengawasi secara ketat perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Kabar mengenai kemungkinan munculnya tsunami kini menjadi fokus perhatian paling utama, khususnya di saat aktivitas gunung api aktif tersebut melonjak naik hingga menyentuh status Level IV (Awas).

"Fokus kami bukan gunung meletus, tapi tsunami. Kalau meletus, cuma abu yang ke sini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, Kamis (9/7/2026).

Lutfi memaparkan bahwa hadir atau tidaknya ancaman gelombang tsunami menjadi tolok ukur krusial bagi pihak berwenang dalam menginstruksikan warga sekitar untuk segera melakukan pengungsian.

"Tergantung. Kalau cuma erupsi di atas, apakah itu menimbulkan gempa atau tidak? Kalau tidak menimbulkan tsunami, ya tidak apa-apa," tuturnya.

Usai memperoleh kabar resmi mengenai adanya indikasi ancaman tsunami, warga sekitar diperkirakan mempunyai tenggat waktu kurang lebih 40 menit untuk bergegas melakukan penyelamatan diri.

Oleh sebab itu, BPBD Banten beserta beberapa instansi terkait bakal bertindak secara cepat demi menyokong kelancaran proses evakuasi warga tersebut.

"Dari letusan gunung ada waktu 40 menit. Jadi, ketika meletus dan ada potensi tsunami, waktunya 40 menit. Kalau masyarakat tidak paham, mereka bisa santai saja. Jadi, kalau air laut sudah surut, jangan diam-diam saja," kata Lutfi.

Pihak BPBD Banten juga senantiasa mengawal pembaruan kabar berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Bukan hanya itu, pembekalan simulasi kedaruratan pun telah disalurkan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) demi mengakselerasi tindakan pertolongan di lokasi kejadian.

"Secara informasi kami mengikuti PVMBG. Kemudian, kami sudah memberikan edukasi evakuasi secara mandiri. Kepada Balawista juga sudah kami lakukan pelatihan pertolongan," ujarnya.

Lutfi juga mengimbau warga agar tidak larut dalam kepanikan saat merespons situasi erupsi Gunung Anak Krakatau, melainkan harus tetap mawas diri serta memahami tanda rute penyelamatan yang tersedia.

"Jangan panik, jangan takut. Yang penting, kalau berada di wilayah bencana, kenali jalur evakuasi yang sudah dipasang, ikuti jalur evakuasi, dan menuju ke titik kumpul," pungkasnya.

Terkini