Penyebab Imunitas Tubuh Turun karena Usia dan Cara Cegahnya

Penyebab Imunitas Tubuh Turun karena Usia dan Cara Cegahnya
Kondisi inilah yang kerap menyebabkan seseorang menjadi mudah sakit dan gampang merasa lelah.

JAKARTA - Seiring berjalannya waktu, perubahan tidak hanya terjadi pada penampilan fisik seperti kulit yang keriput. Organ-organ internal kita pun turut menua, yang berarti fungsinya tidak lagi seoptimal saat kita masih muda dan bugar. Salah satu dampak yang paling signifikan dari proses penuaan ini adalah melemahnya imunitas tubuh.

Kondisi inilah yang kerap menyebabkan seseorang menjadi mudah sakit dan gampang merasa lelah. Faktor usia memang sebuah kepastian yang tidak bisa dihindari. Namun, kita bisa mempersiapkan diri sedini mungkin agar kualitas pertahanan tubuh tetap terjaga di masa tua, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan padat nutrisi, berolahraga secara konsisten, dan menjaga kualitas tidur.

Lebih Waspada Setelah Memasuki Usia 40 Tahun

Para ahli menyatakan bahwa penurunan imunitas tubuh bisa terjadi lebih cepat daripada yang seharusnya akibat berbagai faktor. Sebagai gambaran, seseorang yang baru berusia 50 tahun bisa saja memiliki kualitas daya tahan tubuh yang setara dengan lansia berusia 80 tahun.

Melansir dari Daily Mail, saat memasuki usia 40 tahun ke atas, sistem kekebalan tubuh yang menua akan kesulitan untuk melawan jenis penyakit atau patogen baru. Pertahanan tubuh biasanya hanya mampu menangkal penyakit yang sudah pernah dihadapi sebelumnya.

Sebagai contoh, riset di Austria mengungkapkan bahwa efektivitas dari vaksin anti-tetanus mulai merosot sejak seseorang menginjak usia 40 tahun. Bahkan ketika mencapai usia 60 tahun, sekitar 16 persen orang yang telah divaksinasi kehilangan perlindungannya.

Menurut pakar dari Imperial College London, UK, individu yang telah berusia di atas 65 tahun kekurangan variasi sel yang diperlukan untuk melawan infeksi baru karena kualitas selnya yang sudah menyusut.

Sel yang dimaksud salah satunya adalah naive T-Cell, sekelompok sel imun yang bertugas mengitari tubuh dan memberikan sinyal peringatan saat mendeteksi adanya infeksi. Sayangnya, akibat penuaan, produksi naive T-Cell baru kian berkurang. Hal ini dipicu oleh menyusutnya kelenjar timus (kelenjar kecil di belakang tulang dada) tempat sel tersebut berkembang. Akibatnya, fungsi sistem kekebalan menjadi kurang efisien, terutama saat mendapati virus jenis baru.

Hindari Faktor yang Merusak Imunitas Tubuh

Ada banyak jalan untuk menjaga kesehatan harian, namun banyak juga kebiasaan keliru yang membuat tubuh kita rentan ambruk. Agar kualitas imunitas tubuh tetap prima, selain mewaspadai faktor usia, sebaiknya hindari empat kondisi berikut:

Kurang Bergerak (Inaktif Secara Fisik): Malas berolahraga adalah akar dari berbagai gangguan medis. Studi dalam American Journal of Preventive Medicine menyebutkan bahwa gaya hidup rebahan (sedentary lifestyle) dapat menghambat kemampuan tubuh menghalau infeksi, memicu peradangan, dan mengundang penyakit kronis.

Kesepian: Tidak hanya mengganggu psikologis, kesepian juga berimbas pada fisik. Riset dalam Journal of Neuroimmunology pada hewan uji menunjukkan bahwa kecemasan akibat kesepian memicu stres pada sistem pertahanan tubuh dan meningkatkan kerusakan akibat radikal bebas.

Stres Kronis: Menurut American Psychological Association, stres jangka panjang dapat menggerus respons imun. Ketika Anda stres lalu terserang flu, gejala yang dirasakan umumnya akan jauh lebih parah.

Paparan Nikotin: Baik rokok konvensional maupun elektrik, menjadi perokok aktif ataupun pasif, nikotin sangat merusak pertahanan tubuh. Zat ini mendongkrak hormon stres (kortisol) yang bisa menekan produksi antibodi sel B serta respons antigen sel T.

Menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan harian adalah investasi terbaik demi mempertahankan imunitas tubuh yang kuat hingga hari tua nanti.

Kesimpulan

Penurunan imunitas tubuh merupakan proses alami seiring bertambahnya usia, terutama setelah melewati umur 40 tahun di mana sistem kekebalan mulai kesulitan melawan infeksi baru. Kendati faktor usia tidak bisa dihentikan, risiko menjadi mudah sakit dapat ditekan. Caranya adalah dengan konsisten menjalankan pola hidup sehat serta menjauhi faktor perusak imun seperti stres, rokok, kesepian, dan kurang berolahraga demi menjaga kesehatan harian yang optimal.

FAQ 

1. Mengapa imunitas tubuh menurun setelah usia 40 tahun? 
Karena kelenjar timus yang memproduksi naive T-Cell (sel pendeteksi infeksi baru) mulai menyusut, sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efisien dalam menghadapi ancaman virus atau bakteri baru.

2. Apa saja tanda bahwa daya tahan tubuh saya mulai melemah? T
anda yang paling umum adalah tubuh menjadi mudah sakit (seperti sering flu), proses penyembuhan luka yang lama, serta tubuh yang gampang merasa lelah meski tidak beraktivitas berat.

3. Bagaimana cara menjaga kesehatan harian agar imun tetap kuat di usia tua? 
Anda harus menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin, yang meliputi olahraga rutin, makan makanan bergizi seimbang, mengelola stres, tidur cukup, dan menghindari rokok/nikotin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index