Apes! Niat Bantu Pengendara, Jukir Wonosari Malah Dikeroyok Massal

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:13:11 WIB
Nugroho Joko Priyatmo menjadi korban pengeroyokan setelah berusaha membantu pengendara di Wonosari.(Sumber:NET)

WONOSARI - Niat membantu seorang pengendara yang kehilangan tas justru berujung nasib buruk bagi Nugroho Joko Priyatmo (40), warga Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

Petugas parkir di wilayah Kepek, Kapanewon Wonosari tersebut mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa orang tidak dikenal pada Minggu (09/08/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Insiden tersebut berlangsung di depan sebuah swalayan di kawasan Kepek, Wonosari.Joko menderita sejumlah luka lebam di tubuhnya dan mesti memperoleh perawatan medis di rumah sakit.

Joko mengisahkan, kejadian berawal ketika dirinya baru saja usai membeli rol cat di area Ledoksari, Wonosari.Di tengah perjalanan, ia melihat tas milik seorang pengendara sepeda motor terjatuh di jalan raya.Namun sebelum pemiliknya mengambilnya kembali, tas tersebut malah diambil oleh orang lain.

“Usai membeli rol cat ada pengendara sepeda motor yang tasnya jatuh di jalan, dan diambil oleh orang lain. Saya berinisiatif meminta untuk mengembalikan tas itu kepada pemiliknya,” ujar Joko.

Lantaran berniat membantu, Joko lantas berupaya mengejar pengendara yang diduga pemilik tas tersebut.Ia membuntutinya hingga tiba di pertigaan lampu merah Kranon.

Namun sesampainya di lokasi, pemilik tas yang hendak ditemui tidak tampak.

Joko lantas kembali ke tempat kerjanya guna menyerahkan rol cat yang baru dibeli.Selepas itu, ia kembali berikhtiar mencari pemilik tas dengan menyusuri jalan ke arah Alun-alun Wonosari.

Apesnya, ketika sampai di depan Indomart Kepek, Wonosari, Joko mendadak dihentikan oleh seseorang.Ia kemudian diteriaki sebagai jambret.

Tak lama setelahnya, sejumlah orang berdatangan dan langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya.

“Saat saya berhenti untuk mengantarkan rol cat, ada yang meneriaki saya jambret, dan datang banyak orang langsung melakukan memukuli saya,” terang Joko.

Joko mengaku tidak memahami alasan dirinya dituduh sebagai pelaku penjambretan.Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya justru berupaya membantu mengembalikan tas tersebut kepada pemiliknya.

Dampak pengeroyokan tersebut, Joko menderita sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh.Ia lantas dilarikan ke rumah sakit guna mendapat penanganan medis.

Merasa telah difitnah serta menjadi korban penganiayaan akibat kesalahpahaman tersebut, Joko memutuskan membawa kasus ini ke jalur hukum.Ia melaporkan musibah yang dialaminya ke Polres Gunungkidul.

Terkini