Pemkab Kukar Butuh Bantuan Pusat Rampungkan Jembatan Sebulu Rp700 Miliar

Pemkab Kukar Butuh Bantuan Pusat Rampungkan Jembatan Sebulu Rp700 Miliar
Bupati Kukar Aulia Rahman.(Sumber:NET)

KUTAI KARTANEGARA - Pemprov dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tengah mengupayakan kelanjutan proyek pembangunan Jembatan Sebulu yang diperkirakan menyedot total dana hingga Rp700 miliar.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa penyelesaian proyek jembatan ini masih mengalami hambatan utama pada ketersediaan pembiayaan yang sangat besar.

Kebutuhan kucuran dana tambahan untuk menuntaskan seluruh struktur Jembatan Sebulu diperkirakan berada di angka Rp600 miliar hingga Rp700 miliar.

"Untuk membangun kami butuh pembiayaan, nah pembiayaan itu kami sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," ucap Aulia, Senin, 24 Agustus 2026.

Pemerintah daerah pada dasarnya memiliki keinginan agar proses pengerjaan konstruksi jembatan dapat rampung dalam waktu secepatnya.

Meski demikian, kondisi daya dukung serta kapasitas kas keuangan daerah menjadi pertimbangan utama yang membatasi akselerasi pembangunan fisik di lapangan.

"Kalau maunya kami, kami mau cepat itu diselesaikan. Akan tetapi, menurut hitungan kami masih butuh sekitar Rp600 miliar sampai Rp700 miliar lagi untuk menyelesaikan itu," ujarnya.

Dalam rangkan mempercepat penuntasan fasilitas pendukung transportasi tersebut, pihak pemerintah daerah menjalin komunikasi secara intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Inisiatif kerja sama pembiayaan bersama pemerintah pusat diharapkan mampu merealisasikan target penyelesaian jembatan dalam waktu yang lebih singkat.

"Kami juga sambil membangun komunikasi dengan Kementerian PU. Kalau seandainya bisa, Kementerian PU juga bekerja sama, sama-sama kami untuk menyelesaikan bangunan jembatan," jelasnya.

Mengenai capaian pengerjaan saat ini, prioritas penanganan baru menyentuh pembenahan akses jalan penghubung serta pendirian tiang-tiang pancang utama jembatan.

"Kalau sekarang baru kami buat jalan penghubung sama tiang-tiangnya itu. Saya kurang paham pastinya masalah persentase," tuturnya.

Di sisi lain, Camat Sebulu Edy Fahruddin menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya sudah mengalokasikan pos anggaran tahun ini khusus untuk agenda penyambungan ruas jalan penunjang menuju area jembatan.

"Memang karena keterbatasan kas daerah, proses kelanjutan pembangunan masih belum bisa berjalan. Kami berharap penyambungan jembatan ini bisa segera dilaksanakan," ujar Edy, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan pembangunan awal Jembatan Sebulu pada dasarnya telah dimulai sejak tahun 2024. Walau demikian, pengerjaan bentang tengah sebagai struktur inti jembatan masih belum direalisasikan.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, progresnya mungkin baru sekitar 20 persen karena bentang tengahnya belum dibangun," ungkapnya.

Langkah penggalangan dukungan dana tambahan dari pemerintah pusat terus dimaksimalkan agar keberlanjutan proyek fisik Jembatan Sebulu dapat berjalan hingga selesai sepenuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index