Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp di Bali, Target Rampung 2029 dan Hemat Rp73,9 Triliun

Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp di Bali, Target Rampung 2029 dan Hemat Rp73,9 Triliun

BERITAKINI.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa. Langkah ini masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air yang bertujuan memangkas ketergantungan terhadap energi fosil.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, Presiden menginstruksikan percepatan pembangunan PLTS 100 GWp agar selesai pada 2029. Efisiensi biaya listrik dari program ini diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun.

Target Bertahap: 30 GWp pada 2026 dan Penghentian PLTD 13 GW

Pada target jangka pendek 2026, pemerintah membidik pembangunan 30 GWp PLTS. Bersamaan dengan itu, dilakukan penghentian bertahap atau phasing out PLTD berkapasitas 13 GW.

Realisasi pembangunan PLTS 100 GWp terbagi dalam tiga tahap utama. Tahap pertama membangun kapasitas 17 GWp, tahap kedua 18 GWp, dan tahap ketiga 30 GWp.

Kapasitas Terpasang Baru 1,5 GWp dari Potensi 3.294 GWp

Percepatan program ini dinilai krusial karena kapasitas terpasang PLTS hingga April 2026 baru mencapai sekitar 1,5 GWp. Padahal, potensi energi surya Indonesia mencapai 3.294 GWp.

Sepanjang 2025, pemerintah telah merealisasikan 15 pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), terdiri atas 12 PLTS dan 3 Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan nilai total Rp103,3 miliar. Program ini mengaliri listrik untuk 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.

Pada 2026, proyek berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang menyasar 4.259 rumah tangga dengan anggaran Rp450,2 miliar. Pemerintah juga membangun 3 lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga bernilai Rp50,4 miliar.

Program Listrik Desa dan Dampaknya ke Lapangan Kerja

Pemerintah memperluas program Listrik Desa yang telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi. Sebanyak 220.845 rumah tangga kurang mampu menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Dari sisi ekonomi, program Mega PLTS 100 GWp diproyeksikan menjadi penggerak baru melalui rantai pasok industri dalam negeri, mulai dari investasi pembangkit, manufaktur baterai, hingga jaringan transmisi.

"Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, di mana lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs," ujar Prasetyo Hadi.

Pemerintah memastikan seluruh tahapan pembangunan PLTS 100 GWp akan dikawal secara terukur demi mewujudkan kemandirian energi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index