JAKARTA - Pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar beserta pembukaan akses ke wilayah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar warga tidak terisolasi dan penyaluran bantuan dapat berjalan lancar.
Kementerian Pekerjaan Umum dilaporkan telah mengerahkan berbagai unit alat berat ke lokasi terdampak sejak hari pertama terjadinya bencana.
“Sejak hari pertama untuk pekerjaan umum langsung terbang ke daerah bencana untuk memastikan alat-alat berat segera di-deploy, segera dikerahkan.”
Penanganan pascagempa dilaksanakan melalui sejumlah skala prioritas. Langkah awal difokuskan untuk menyokong proses evakuasi para korban. Selanjutnya, pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi kawasan yang terisolasi akibat kerusakan jalur maupun musibah tanah longsor.
Pemerintah turut memprioritaskan pemulihan jaringan infrastruktur dasar, mencakup suplai air hingga jaringan listrik, guna memenuhi kebutuhan esensial warga terdampak.
“Memulihkan kembali infrastruktur dasar, air, listrik, dan lain sebagainya. Ini harus dipastikan karena itu yang paling mendasar bagi masyarakat.”
Pemulihan konektivitas jalur transportasi dipandang amat krusial agar pasokan bantuan logistik, seperti bahan makanan serta obat-obatan, dapat secepatnya menyentuh masyarakat yang terdampak.
Langkah ini diambil berkaca dari pengalaman penanganan bencana terdahulu di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang mana sejumlah titik sempat terisolasi akibat lumpuhnya akses jalan. Oleh sebab itu, pemulihan akses jaringan serta sarana dasar diutamakan supaya penanganan dan pembagian logistik berjalan lebih cepat.