Bupati Badung Dorong Pembangunan Infrastruktur Inklusif Kuta Selatan

Bupati Badung Dorong Pembangunan Infrastruktur Inklusif Kuta Selatan
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.(Sumber:NET)

KUTA SELATAN - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Camat Kuta Selatan pada Senin (09/02/2025).

Melalui forum strategis tersebut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang inklusif serta berkelanjutan demi menopang pariwisata berkualitas.

Berpijak pada tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, Bupati Wayan Adi Arnawa mengingatkan agar Musrenbang kali ini melahirkan program nyata guna mengatasi persoalan riil di lapangan dan bukan cuma acara seremonial.

“Tanpa infrastruktur jalan yang memadai, pariwisata Badung akan menghadapi tantangan serius. Pembangunan ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD,” tegasnya.

Guna merespons masalah kemacetan di kawasan Kuta Selatan, Pemkab Badung menyiapkan alokasi anggaran mencapai Rp 1,5 triliun khusus bagi pembangunan infrastruktur.

Proyek utama yang dirancang meliputi pembangunan Underpass Simpang Udayana beranggaran sekitar Rp 350 miliar, yang saat ini memasuki tahap pembebasan lahan lewat kerja sama antarinstansi pemerintah.

Di samping itu, Pemkab menyiapkannya tambahan anggaran senilai Rp 127 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk pembebasan lahan jalan lingkar barat menuju kawasan Udayana.Penerapan rekayasa lalu lintas satu arah turut disiapkan guna mengurai kepadatan kendaraan di titik-titik rawan.

Bupati tidak hanya memfokuskan konektivitas, tetapi juga menaruh perhatian besar terhadap krisis air bersih.Target penstabilan pasokan air di Kuta Selatan dicanangkan mulai Februari 2026 dengan menambah unit pompa serta memaksimalisasikan jaringan PDAM.

“Kami juga akan mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kebutuhan industri dan pariwisata, sehingga air permukaan bisa diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau,” jelasn Bupati.

Mengenai penanganan lingkungan, Pemkab Badung menggalakkan pengelolaan sampah berbasis sumber lewat pengoperasian TPS3R dan fasilitas Teba Modern.Program ini diproyeksikan dapat menekan volume sampah sampai 60% sejak dari hulu sekaligus menjadi pijakan menuju penerapan sistem Waste to Energy.

Pada kesempatan yang sama, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta menyampaikan laporan bahwa Musrenbang tahun ini menghimpun sebanyak 609 usulan pembangunan dari tingkat Desa maupun Kelurahan.Fokus utama dari usulan warga tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan, penanganan sampah, serta pemenuhan kebutuhan dasar.

“Sebagai wilayah dengan pertumbuhan tinggi, Kuta Selatan membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pariwisata,” lapor Ketut Gede Arta.

Agenda ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Badung dapil Kuta Selatan, Kapolsek Kuta Selatan, Pimpinan OPD terkait, Lurah dan Perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan, Bendesa Adat dan Kaling se-Kecamatan Kuta Selatan, serta jajaran tokoh masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index