Pemdes Tongas Wetan Genjot Pembangunan Jalan dan Ekonomi Desa

Pemdes Tongas Wetan Genjot Pembangunan Jalan dan Ekonomi Desa
Pembangunan gedung Koperasi Desa di Dusun Krajan mendukung perekonomian masyarakat setempat.(Sumber:NET)

PROBOLINGGO - Pemerintah Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, terus berikhtiar meningkatkan kenyamanan serta kemudahan mobilitas warga melalui pembangunan sarana infrastruktur.Salah satunya dilakukan dengan menggelar proyek pavingisasi pada sejumlah jalan desa yang tadinya masih beralaskan tanah maupun susunan batu makadam.

Desa yang dipimpin Kasan Nurhadi ini memiliki sederet program pembangunan jalan di berbagai lokasi dengan sokongan Dana Desa (DD) serta Bantuan Keuangan (BK).Pekerjaan pavingisasi ini salah satunya menyasar kawasan Dusun Krajan pada wilayah RT 13 dan RT 15/RW 06.

Sekretaris Desa Tongas Wetan, Sunari, menyampaikan bahwa sebelum dipasang paving, jalur di kawasan itu masih berupa tanah liat.Ketika musim penghujan tiba, akses jalan menjadi sangat licin, becek, serta lengket sehingga amat menyulitkan warga saat hendak melintas.

Padahal, akses jalan tersebut memegang peranan krusial lantaran menjadi jalur tembus yang menghubungkan wilayah Desa Tongas Wetan dengan Desa Tongas Kulon.Selain dipakai untuk mobilitas harian, jalur itu juga menjadi akses utama masyarakat menuju area persawahan.

“Banyak warga yang melintasi jalan ini. Ada yang hendak ke rumah warga dan ada juga yang menuju lahan pertanian karena di lokasi tersebut juga terdapat sawah,” terang Sunari.

Begitu perbaikan jalan selesai dilakukan, mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih lancar dan mudah.Akses jalan yang mulanya becek saat hujan melanda kini dapat dilalui dengan nyaman, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perbaikan sarana ini turut memberi dampak positif bagi para petani setempat.Armada pengangkut hasil bumi kini dapat melaju ke lokasi persawahan dengan lebih mudah sehingga kegiatan pemindahan hasil panen menjadi jauh lebih efektif.

“Sekranag sudah tidak becek lagi. Warga yang mengangkut hasil pertanian juga lebih mudah karena jalan bisa dilintasi roda dua hingga roda empat. Ini dapat menghemat biaya dan tenaga angkut,” ujarnya.

Pekerjaan fisik serupa turut direalisasikan di wilayah Dusun Curah Pondok, tepatnya pada area RT 29/RW 11 serta RT 26/RW 10.Sebelum tersentuh perbaikan, jalan tersebut berwujud makadam yang kondisinya sudah rusak cukup parah.

Keadaan itu dianggap membatasi ruang gerak warga, sehingga pemerintah desa segera bertindak melakukan pemasangan paving agar akses mobilitas warga jadi lebih aman dan nyaman.

“Oleh karena itu, kami lakukan pavingisasi untuk mempermudah akses masyarakat agar nyaman ketika melintas di sini,” jelas Sunari.

Pembangunan fisik ini menjadi bukti komitmen Pemdes Tongas Wetan dalam menyediakan fasilitas umum yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh warga, khususnya dalam menunjang aktivitas sehari-hari serta perekonomian masyarakat.

Selain menggenjot pembangunan fisik, Pemerintah Desa Tongas Wetan juga memajukan ragam program nonfisik yang menyentuh sektor pelayanan, perekonomian, tradisi budaya, hingga kehidupan sosial warga.

Bendahara Desa Tongas Wetan, Jijin Giharsusi menuturkan, salah satu penataan yang dikerjakan yakni pemugaran pagar serta gapura kantor desa.Bangunan kantor desa tersebut kini tampil megah dengan nuansa arsitektur Kerajaan Majapahit yang memanfaatkan susunan bata ekspose.

Ia menyebutkan, penataan ini tak sekadar ditujukan untuk mempercantik area kantor desa semata.Ke depan, ornamen tersebut diharapkan mampu menjadi sarana identitas dan ikon kebanggaan Desa Tongas Wetan.

“Selain dari segi estetika, ini juga nantinya dapat menjadi ikon desa kami,” katanya.

Pemdes Tongas Wetan juga memberi dukungan nyata terhadap pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).Sebelum melangkah ke tahap pembangunan, aparatur desa terlebih dulu menggelar musyawarah warga guna menyepakati lokasi serta memetakan kebutuhan.

Dari hasil musyawarah, gedung koperasi dibangun di Dusun Krajan yang posisinya tepat berdampingan dengan kantor desa.Lahan yang dimanfaatkan merupakan tanah kas desa dengan akses jalan yang lapang sehingga mempermudah jangkauan masyarakat.

Jijin menambahkan, keberadaan koperasi ini ke depannya diharapkan bisa makin mendekatkan warga terhadap pemenuhan ragam bahan pokok, seperti sembako, obat-obatan, hingga pupuk pertanian.

“Ke depannya koperasi ini akan melayani kebutuhan masyarakat seperti sembako, obat-obatan, dan pupuk. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk membeli kebutuhan tersebut,” ungkapnya.

Di ranah sosial kebudayaan, Pemdes Tongas Wetan tetap melestarikan beragam adat tradisi leluhur yang rutin digelar turun-temurun, seperti acara selamatan desa tahunan.

Pada tahun ini, agenda ritual selamatan desa diselenggarakan bertepatan dengan bulan Muharram.Selain diisi doa bersama untuk keselamatan seluruh desa, acara tersebut dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada 15 anak yatim.

“Kami berdoa bersama di pendapa desa sambil membawa tumpeng. Kami berharap desa ini aman, tenteram, dan masyarakatnya sejahtera. Tak lupa kami juga mengundang 15 anak yatim untuk diberikan santunan,” jelas Jijin.

Kegiatan bernuansa keagamaan juga rutin dihidupkan lewat pembacaan Surat Yasin bersama di area Dam Kali Perawan.Masyarakat setempat meyakini lokasi tersebut memiliki nilai keramat, sehingga doa bersama digelar sebagai ikhtiar memohon keselamatan agar terhindar dari segala bahaya.

Rasa kebersamaan antarwarga turut dipelihara melalui gelaran acara tasyakuran dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI.Setiap malam 17 Agustus, warga berkumpul mengadakan doa bersama sebelum menyantap hidangan tumpeng secara komunal.Di samping memeriahkan hari kemerdekaan, agenda ini menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Kami juga menggelar tasyakuran di malam 17 Agustusan. Ada tumpeng, kemudian setelah berdoa bersama kami makan bersama. Ini untuk meningkatkan solidaritas warga,” ungkapnya.

Semangat gotong royong warga akan kembali ditampilkan pada pawai karnaval HUT ke-81 RI yang direncanakan berlangsung pada 23 Agustus mendatang dengan rute dari Dusun Kapasan menuju Dusun Krajan.Karnaval ini diproyeksikan bakal semarak dengan partisipasi 11 kontingen mewakili dusun-dusun di Tongas Wetan, di mana tiap peserta bakal menampilkan aneka potensi seni budaya dan kreativitas warga.

Jijin mengungkapkan bahwa ajang ini sekaligus menjadi panggung bagi masyarakat untuk memamerkan kekayaan seni desa.Bahkan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, salah satu kontingen desa sukses menembus tingkat Kabupaten Probolinggo.

“Kalian akan mempersembahkan kebudayaan. Tahun lalu salah satu peserta kami bahkan ada yang sampai tampil di tingkat kabupaten karena penampilan Tari Gandrung yang bagus,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian pembangunan fisik, penguatan ekonomi, serta pembinaan sosial budaya ini merupakan wujud komitmen Pemdes Tongas Wetan dalam membangun desa secara komprehensif.Langkah ini tidak sekadar memperbaiki sarana jalan dan fasilitas umum, namun juga memacu kemandirian ekonomi sekaligus merawat adat tradisi dan kerukunan warga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index