BLANGPIDIE - Pembangunan breakwater di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai sangat mendesak demi melindungi kapal nelayan yang bersandar dan melakukan aktivitas bongkar muat ikan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Panglima Laot Kabupaten Abdya T. Indra Kesuma pada Jumat (14/8/2026).
Poin penting ini juga sempat dibahas oleh Indra Kusuma dalam diskusi bersama Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Abdya Hamdani, Ketua Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Aceh Herman Arsyad, serta Ketua HMNI Abdya Salwin Saleh pada 11 Agustus 2026.
Menurut penuturan Indra, keberadaan breakwater bukan sekadar pelengkap fasilitas infrastruktur semata.
Ia menambahkan bahwa bangunan pemecah ombak tersebut sangat dibutuhkan untuk menekan risiko kecelakaan sewaktu kapal melakukan tambat labuh maupun ketika para nelayan menurunkan hasil tangkapan.
“Pembangunan breakwater merupakan syarat mutlak untuk memberikan rasa aman bagi kapal nelayan yang melakukan tambat labuh maupun bongkar muat ikan,” kata Indra.
Ia mengungkapkan bahwa para nelayan selama ini harus berhadapan dengan ancaman gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat muncul secara mendadak.
"Kondisi itu diperparah posisi dermaga PPI Ujung Serangga yang terbuka langsung ke perairan Samudera Hindia," jelasnya.
Oleh karena itu, Indra menegaskan bahwa pembuatan pemecah ombak sangat krusial untuk menjamin keselamatan nelayan sekaligus menjaga roda perekonomian di PPI agar terus bergulir.
Sementara itu, Ketua DPD HMNI Abdya Salwin Saleh menyatakan bahwa pihaknya bakal menyampaikan aspirasi ini kepada Pemerintah Aceh.
Ia mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh untuk menempatkan pembangunan dermaga dan sarana pengaman di PPI Ujung Serangga sebagai program prioritas.
Salwin menilai bahwa kehadiran breakwater akan memberikan proteksi bagi armada kapal serta memperlancar kegiatan bongkar muat.Fasilitas pengaman ini juga diharapkan dapat meminimalisasi hambatan operasional saat terjadi cuaca buruk.
“Dengan adanya fasilitas pemecah ombak, aktivitas perekonomian dan bongkar muat di PPI Ujung Serangga diharapkan dapat berjalan optimal tanpa ancaman cuaca ekstrem,” pungkasnya.