BOGOR - Pengerjaan jalur Tol baru yang menghubungkan wilayah Kota Depok sampai Salabenda di Kabupaten Bogor dipacu untuk menguatkan konektivitas daerah dan memicu masuknya investasi.
Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan dukungan penuh dan berjanji menyokong tiap tahapan yang masuk dalam porsinya supaya pengerjaan tol ini berjalan selaras dengan target.
"Kami memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah, baik dari aspek administratif maupun dukungan di lapangan, sehingga tahapan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Rabu (5/8).
Pernyataan tersebut dilontarkan ketika memimpin agenda rapat koordinasi pengerjaan Jalan Tol Depok-Antasari hingga Salabenda, Bogor bersama jajaran DPRD Kabupaten Bogor, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), serta dinas terkait.
Jalan Tol Depok-Antasari terhitung sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merangkai Jakarta Selatan, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.
Sesuai data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), jalur tol ini membentang sepanjang 27,9 kilometer setelah diperpanjang menuju Salabenda dan bakal menyatu dengan jaringan Bogor Outer Ring Road (BORR).
Hingga kini, segmen Antasari-Brigif beserta Brigif-Sawangan sudah dapat digunakan.Sedangkan pengerjaan terus diteruskan ke segmen berikutnya hingga menyentuh Salabenda demi memperluas keterhubungan wilayah selatan Jabodetabek.
Rudy berpandangan bahwa selesainya Tol Desari sampai Salabenda bakal mengerek keterjangkauan warga, memuluskan arus logistik, dan menggerakkan potensi investasi serta area ekonomi baru di Kabupaten Bogor.
Guna mempercepat jalannya proyek tersebut, Rudy memerintahkan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) untuk kembali aktif mulai pekan depan demi mempercepat proses pengadaan lahan lewat sinergi bersama BPN, pihak kecamatan, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menuturkan pihak pemda membidik urusan pengadaan lahan bisa tuntas pada 2026 sehingga pengerjaan fisik dapat segera dipacu.
"Harapannya tahun 2026 ini selesai tanah sehingga pembangunan bisa berjalan. Nanti 2028 beres dan dioperasikan," ujar Ajat.
Dirinya menerangkan bahwa pemda bakal menyokong percepatan penanganan administrasi, edukasi ke warga, dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pengadaan tanah rampung sesuai jadwal.