Pembangunan Tol Japek II Selatan Paket 2A Menyentuh 85,20 Persen

Pembangunan Tol Japek II Selatan Paket 2A Menyentuh 85,20 Persen
Ilustrasi Pembangunan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A.(Sumber:NET)

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memacu percepatan pengerjaan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A.Sampai sekarang, pengerjaan fisik proyek tersebut telah menyentuh angka 85,20%, dengan target rampung pada Kuartal I-2027 untuk seluruh lahan yang telah terbebaskan.

Pengerjaan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A menjadi salah satu proyek infrastruktur krusial yang bakal memperkokoh aksesivitas antara kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat.

Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengungkapkan keberadaan seksi tol ini bakal menjadi lintasan alternatif yang memangkas beban Jalan Tol Jakarta–Cikampek eksisting, sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan memperlancar arus mobilitas warga maupun lalu lintas logistik, khususnya pada jam padat dan masa liburan.

“Kami optimistis penyelesaian Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A akan memberikan nilai tambah bagi konektivitas kawasan, meningkatkan efisiensi waktu tempuh, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat," ujar Ngatemin, dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Guna mengoptimalkan efisiensi pengerjaan konstruksi, WIKA memakai bermacam teknologi digital, seperti Building Information Modeling (BIM) sebagai sarana perencanaan, visualisasi, koordinasi, dan pengawasan pengerjaan.

Di samping itu, proyek ini memanfaatkan teknologi drone lewat skema fotogrametri serta LiDAR demi menghimpun data kondisi area secara presisi dan cepat.

Penggabungan teknologi tersebut menyokong pemantauan perkembangan, menekan risiko pengerjaan ulang (rework), dan memastikan seluruh pengerjaan selaras dengan rancangan, rincian teknis, dan standar kualitas yang ditentukan.

Sejalan dengan langkah transformasi operasional, proyek ini pun menerapkan metode Lean Construction untuk menggenjot produktivitas dan efisiensi eksekusi pekerjaan lewat perencanaan yang padu, pengawasan proses yang kian tangguh, serta pemanfaatan sumber daya secara maksimal.

Langkah ini membantu menekan pemborosan (waste), menekan risiko pekerjaan ulang, serta mendorong penyelesaian proyek secara presisi mutu, tepat waktu, dan hemat biaya.

Pada sisi lain, WIKA turut memprioritaskan pelaksanaan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam tiap tingkatan pengerjaan proyek.

“Hal tersebut diwujudkan melalui penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta penciptaan nilai sosial melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index