Pengeroyokan di XT Square Jogja, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Pengeroyokan di XT Square Jogja, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Ilustrasi Penganiayaan.(Sumber:NET)

YOGYAKARTA - Aparat kepolisian kini telah mengantongi identitas terduga pelaku aksi pengeroyokan di kawasan XT Square, atau persisnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Sebelumnya, penganiayaan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) tersebut menyebabkan dua orang korban menderita luka-luka, yaitu DB dan KS.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS menerangkan, insiden bermula sewaktu korban berinisial KS diundang oleh rekan-rekannya untuk mendatangi restoran dan kafe di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Setibanya di area parkir, korban diteriaki oleh salah seorang pelaku hingga akhirnya penganiayaan terjadi.

“Setelah sampai di parkiran cafe tersebut, korban memarkir sepeda motornya dan kemudian diteriaki oleh salah satu terlapor. Kemudian terlapor dan beberapa terlapor lainnya memukuli korban. Selanjutnya korban berlari dan dikejar oleh para terlapor dan korban kembali dianiaya oleh para terlapor,” katanya saat dihubungi, Senin (3/8/2026).

Usai melancarkan aksi penganiayaan, para pelaku langsung meninggalkan korban di tempat kejadian.

Korban selanjutnya dilarikan menuju rumah sakit dan membuat laporan ke Polresta Yogyakarta.

“Korban melapor hari Sabtu, pukul 16.00 WIB. Identitas pelaku sudah dikantongi. Antara korban dan salah satu terduga pelaku berteman,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Thalia Anggraeni yang merupakan putri dari korban DB membagikan kronologi penganiayaan terhadap ayahnya dan KS di media sosial Threads.

“Pada Rabu malam, 29 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, papa saya sedang menghadiri acara reuni bersama bude, pakde, dan beberapa teman di sebuah lokasi. Tidak lama kemudian, datang sekelompok orang yang saya sebut sebagai grup 'M'. Mereka merupakan orang-orang yang selama ini dikenal sebagai teman baik papa saya. Menurut bude saya, sejak awal kedatangan mereka sudah terasa berbeda dari biasanya,” tulis Thalia, Sabtu (1/8/2026).

Thalia menuturkan, seorang anggota dari grup "M" memanggil ayahnya agar berjalan ke area parkir.

Usai ayahnya menuju ke parkiran, para anggota kelompok lain ikut menyusul satu demi satu hingga aksi pengeroyokan pecah.Kala kondisi berusaha dilerai, rekan ayahnya yang baru saja tiba di lokasi justru turut menjadi korban kekerasan usai diteriaki oleh salah satu pelaku.

"Setelah melakukan tindakan tersebut, rombongan grup 'M' meninggalkan lokasi kejadian. Tidak lama kemudian, pihak Polsek datang ke lokasi untuk menangani peristiwa tersebut," lanjutnya.

Buntut dari kejadian ini, ayah Thalia menderita luka-luka hingga giginya tanggal, pembuluh darah mata pecah, memar-memar, dan sukar berjalan.

Di samping itu, rekan ayahnya mesti memperoleh perawatan medis secara intensif di rumah sakit.Pihak keluarga saat ini tengah bersiap melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut secara formal kepada kepolisian.

“On process, karena yang lebih parah malah teman baik papa saya sudah seperti om saya opname di rs,” kata Thalia , Sabtu (1/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index