BSI Kucurkan Rp1,56 Triliun untuk Pembiayaan Tol Bali Mandara

BSI Kucurkan Rp1,56 Triliun untuk Pembiayaan Tol Bali Mandara
Ilustrasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.(Sumber:NET)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat pengembangan jalan tol berkelanjutan di Bali melalui anak usahanya, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), yang memperoleh fasilitas pembiayaan investasi berbasis Sustainability Linked Financing (SLF) senilai Rp1,56 triliun dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung pengelolaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara) sepanjang 12,7 kilometer.Kerja sama pembiayaan tersebut ditandatangani di Jakarta pada Kamis (30/7).

Skema SLF mengaitkan pembiayaan dengan pencapaian target keberlanjutan sehingga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan infrastruktur.

“Pembiayaan melalui skema Sustainability Linked Financing ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan PT Jasamarga Bali Tol, tetapi juga membuktikan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan,” ungkap Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dikutip dari akun instagram resmi perusahaan, Sabtu (1/8).

Tol Bali Mandara menjadi salah satu ruas yang aktif menerapkan berbagai inisiatif ramah lingkungan.JBT sebelumnya meraih penghargaan Terbaik I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian PUPR pada 2022 dan mempertahankan predikat Gold Green Toll Road Indonesia hingga 2024.

Sejumlah program keberlanjutan telah dijalankan, mulai dari pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), penggunaan lampu power LED pada penerangan jalan umum, hingga penanaman serta pelestarian mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai.

Perusahaan juga menyiapkan program penanaman 4.915 tanaman bougenville di area akses Ngurah Rai dan ruas utama jalan tol.

Selain pengelolaan energi, JBT menerapkan berbagai program lingkungan lainnya, seperti pengelolaan sampah organik melalui teba modern, pembangunan lubang biopori, penggunaan Bio Health Septic Tank, serta efisiensi penggunaan air.

Melalui pembiayaan berkelanjutan ini, Jasa Marga dan BSI diharapkan dapat memperkuat penerapan prinsip ESG dalam pengelolaan jalan tol sekaligus mendorong pengembangan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas skema pembiayaan hijau pada sektor infrastruktur nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index