JAKARTA - Lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds (QS) secara resmi meluncurkan rilis laporan terbaru bertajuk QS World University Rankings 2027.
Lewat proses penilaian mendalam terhadap 1.504 lembaga perguruan tinggi di kancah global, terdata sebanyak 16 PTN yang berlokasi di Indonesia berhasil masuk dalam jajaran tersebut.
Berdasarkan publikasi data paling anyar itu, didapati akumulasi sebanyak 20 universitas asal Indonesia yang sukses menembus sistem pemeringkatan skala dunia ini.
Komposisinya sendiri meliputi 16 perguruan tinggi negeri (PTN) berbarengan dengan 4 perguruan tinggi swasta (PTS).
Berikut ini dipaparkan rincian daftar lengkap PTN terbaik di tanah air yang sukses mengamankan posisi dalam peringkat internasional tersebut.
16 PTN Terbaik Menurut QS World University Rankings 2027
Universitas Indonesia Peringkat global: =191 Skor total: 56,7
Universitas Gadjah Mada Peringkat global: =206 Skor total: 55
Universitas Airlangga Peringkat global: 276 Skor total: 48
Institut Teknologi Bandung Peringkat global: 287 Skor total: 47,2
IPB University Peringkat global: =419 Skor total: 36,7
Universitas Padjadjaran Peringkat global: 496 Skor total: 32,6
Institut Teknologi Sepuluh Nopement Peringkat global: =497 Skor total: 32,5
Universitas Brawijaya Peringkat global: =616 Skor total: 28
Universitas Diponegoro Peringkat global: =662 Skor total: 26,6
Universitas Hasanuddin Peringkat global: 851-900 Skor total: tidak ada data
Universitas Sebelas Maret Peringkat global: 951-1.000 Skor total: tidak ada data
Universitas Sumatera Utara Peringkat global: 1.001-1.200 Skor total: tidak ada data
Ada 4 PTN:
a. Universitas Andalas Peringkat global: 1.401+ Skor total: tidak ada data
b. Universitas Negeri Padang Peringkat global: 1.401+ Skor total: tidak ada data
c. Universitas Negeri Yogyakarta Peringkat global: 1.401+ Skor total: tidak ada data
d. Universitas Pendidikan Indonesia Peringkat global: 1.401+ Skor total: tidak ada data
Metodologi Pemeringkatan QS World University Ranking 2027
Menilik kejelasan dari laman resminya, mekanisme pemeringkatan milik QS World University Rankings ini menerapkan skema pengukur Lens.
Sistem instrumen itu merupakan himpunan indikator capaian performa yang saling terintegrasi satu sama lain demi menakar efisiensi dari instansi akademik terkait.
Di bawah ini dijabarkan secara detail parameter indikator yang diterapkan:
Riset dan Temuan (50%)
Kelompok parameter ini difungsikan guna menilai tingkat kualitas, kuantitas kajian ilmiah, sekaligus nama baik yang digenggam oleh perguruan tinggi di tengah lingkungan akademisi.
Reputasi akademik (30%)
Citation (kutipan) per fakultas (20%)
Employability & Outcomes (20%)
Klaster parameter ini berorientasi untuk mengamati seberapa produktif sebuah institusi dalam membekali sekaligus mematangkan kualitas alumni mereka kala menerjang iklim dunia kerja.
Reputasi menurut pemberi kerja (15%)
Employment outcomes (5%)
Learning Experience (10%)
Parameter ini mencerminkan situasi serta kondisi ekosistem edukasi secara menyeluruh tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.
Rasio pengajar dengan mahasiswa (10%)
Global Engagement (15%)
Himpunan indikator interaksi global ini mengamati sejauh mana jajaran otoritas kampus mampu menghadirkan bekal pengalaman multikultural yang lebih variatif bagi segenap mahasiswa maupun staf pengajar.
Rasio staf pengajar internasional (5%)
Rasio peneliti (5%)
Rasio mahasiswa (5%)
Sustainability (5%)
Parameter ini mengukur seberapa kokoh visi misi yang dipunyai oleh instansi kampus dalam memberikan dampak sosial serta ekologi yang lebih berkesinambungan.