JAKARTA - Amelia Febriani Rachman sukses menjadi salah satu orang yang mendapatkan Beasiswa Garuda Sarjana untuk berkuliah di Wageningen University Belanda.
Di universitas tersebut, ia bakal menempuh kelanjutan studinya pada program studi Environmental Science.
Amel, yang menjadi sapaan akrabnya, memaparkan bahwa langkah perjuangan akademiknya secara mandiri sebenarnya telah ia mulai semenjak duduk di bangku SMP.
Tanpa mengandalkan bimbingan belajar tambahan, ia sudah terbiasa mengisi waktunya selepas ibadah magrib khusus untuk mendalami pelajaran.
Langkah perjuangan keras Amel tersebut akhirnya mendatangkan hasil yang manis.
Ia berhasil meloloskan diri untuk masuk ke SMAN Unggulan MH Thamrin yang saat ini sudah tergabung ke dalam jaringan SMA Unggul Garuda.
Kendati demikian, lembaran cerita Amel tidak langsung berjalan mulus begitu saja.
Amel memaparkan dirinya sempat merasakan guncangan budaya atau culture shock lantaran seluruh murid yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut merupakan anak-anak yang cerdas.
"Mungkin awalnya pas masuk MHT kali kelas 10 itu agak culture shock karena yang di sini semua orang kayak pintar, jenius banget gitu kan. Jadi harus beradaptasi dengan pace belajarnya juga," ujarnya dalam Antara dikutip Selasa (23/6/2026).
Walaupun sempat menjumpai kendala dalam proses penyelarasan diri, Amel beruntung karena memperoleh lingkaran pertemanan yang sangat suportif.
Memasuki jenjang kelas 2 SMA, Amel mulai menyibukkan diri dalam kegiatan berorganisasi serta turut bergabung ke dalam kelas persiapan olimpiade.
Ia pun mulai merancang taktik untuk melayangkan lamaran pendaftaran ke belasan universitas di kawasan Australia dan Eropa yang menyediakan fasilitas bebas biaya pendaftaran.
Amel pun turut memaksimalkan sokongan akomodasi pelatihan beserta pendanaan untuk pelaksanaan ujian standardisasi kemahiran bahasa asing yang disediakan pihak sekolah.
Ia merasa sangat terbantu berkat adanya arahan yang mendalam serta fasilitas tes tanpa dipungut biaya seperti International English Language Testing System (IELTS) dan Scholastic Assessment Test (SAT).
Walau statusnya telah dinyatakan lolos di universitas mancanegara, Amel mempunyai keinginan kuat untuk lekas pulang ke Indonesia setelah merampungkan studinya kelak.
Ia memancangkan tekad besar guna ikut serta memperbaiki sistem kelola lingkungan hidup serta memaksimalkan segala potensi dari kekayaan alam di dalam negeri.
"Karena saya lahir dan besar di Indonesia juga, selain karena ada keluarga yang tentunya juga harus saya jaga. Dari Indonesia sendiri kan kaya akan sumber daya dan mungkin saat ini kondisinya butuh perbaikan. Jadi harapannya di masa depan bisa diubah menjadi lebih baik," tutur Amel.