JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, membeberkan hasil temuan yang mengagetkan berkaitan dengan proses pendataan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerahnya.
Dari total di atas 300 titik yang masuk dalam catatan, terkuak berkisar 100 titik SPPG ditengarai fiktif lantaran tidak didapati adanya wujud bangunan maupun roda aktivitas yang menunjang operasional SPPG.
Ammy mengutarakan temuan itu mulai terkuak sehabis dijalankan proses peninjauan langsung ke area lapangan oleh pimpinan SPPG yang didelegasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
Pencapaian akhirnya, beberapa titik lokasi yang masuk daftar rekam justru bertempat di zona yang mustahil untuk dialihfungsikan menjadi sarana pelayanan.
"Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun.
Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," kata Ammy saat dimintai konfirmasi, dilansir detikJateng, Selasa (23/6/2026).
Sesuai dengan pandangannya, hasil temuan ini kian mempertegas adanya indikasi praktik transaksi jual beli titik maupun proses registrasi titik fiktif dalam pelaksanaan program SPPG.
Masalah mendalam tersebut sekarang tengah menjadi fokus perhatian yang amat serius bagi jajaran pemerintah daerah beserta instansi terkait.
"Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kami benahi," ujarnya.
Ammy memberikan paparan, sejumlah titik yang masuk dalam daftar bahkan kedapatan masih dijajakan dan diperjualbelikan menuju ke pihak luar.
Situasi tersebut merepresentasikan bahwa sebagian dari titik lokasi belum mengantongi kesiapan sarana infrastruktur maupun payung legalitas hukum yang benderang.
"Jadi ada titiknya, tapi masih ditawar-tawarkan, ada yang mau beli atau tidak," ungkapnya.
Ia memberikan imbuhan, sebagian besar titik lokasi yang masuk ke dalam objek temuan tersebut diidentifikasi terdaftar dengan mengatasnamakan lembaga yayasan yang mencatut nama Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya.
"Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony," ujarnya.
Sebagai bentuk langkah penanganan lanjutan, hasil agenda rapat paling baru bersama unsur tim investigasi yang didelegasikan oleh Kepala BGN, lewat perantara jajaran pusat, menetapkan kebijakan untuk membekukan sementara waktu agenda pembukaan titik SPPG yang baru di wilayah Cilacap.