BERITAKINI.CO.ID — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa konektivitas darat di Flores telah pulih total. Laporan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi di Posko Penanganan Bencana Alam Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu. Sejak hari pertama gempa, instruksi Kepala BNPB untuk membuka seluruh akses jalan nasional yang tertutup material longsor telah dijalankan di lapangan.
"Kami memang fokus utamanya adalah (pemulihan) jalan. Jadi mulai hari pertama itu, sesuai dengan bimbingan Kepala BNPB kami buka semua jalan nasional," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Alat Berat Disiagakan di Titik Rawan Longsor Susulan
Kendati akses telah terbuka, aktivitas gempa susulan masih mengancam stabilitas tebing di sejumlah titik. Kementerian PU tidak menarik seluruh personelnya. Sebaliknya, ekskavator dan alat berat lainnya kini disiagakan di lokasi-lokasi yang telah dipetakan sebagai zona rawan longsor.
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi agar jika terjadi longsor susulan yang menutup kembali badan jalan, penanganan dapat dilakukan dalam hitungan jam, bukan hari. Mobilitas warga dan distribusi logistik ke daerah terdampak menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini.
Uji Beban Jembatan Wae Pesi Capai 20 Ton
Perhatian khusus diberikan pada perbaikan Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai. Infrastruktur ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan lintasan vital distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pelabuhan Reo. Kerusakan jembatan ini berpotensi menghentikan pasokan energi ke sejumlah kecamatan.
"Kita sudah diwanti-wanti oleh Kepala BNPB dan Menko Pak Pratikno, jembatan ini harus diutamakan karena transportasi BBM lewat sini. Kemudian kita kerja siang-malam. Hari kedua, Alhamdulillah, jembatan sudah bisa fungsional," jelas Dody.
Saat ini jembatan beroperasi dengan sistem buka-tutup satu per satu untuk kendaraan. Kementerian PU telah melakukan pengujian beban menggunakan truk tangki BBM bermuatan hingga 20 ton, dan hasilnya jembatan dinyatakan masih aman untuk dilalui.
Debit Air Menurun, PU Kirim Hidran Umum dan Toilet Portabel
Di luar infrastruktur transportasi, kementerian juga bergerak memulihkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah terdampak. Longsoran yang mengubah kondisi sungai menyebabkan sebagian sumber air mengalami penurunan debit secara signifikan.
Verifikasi dan perbaikan infrastruktur air dilakukan bertahap. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, Kementerian PU telah mengirimkan bantuan berupa hidran umum, mobil tangki air, dan toilet portabel ke lokasi-lokasi pengungsian yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan mencegah munculnya masalah kesehatan sekunder di tengah proses pemulihan pascagempa.