BMKG Deteksi 473 Titik Panas di Kalsel, Tiga Daerah Ini Terbanyak

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:21:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan mencatat hampir seluruh wilayah di 13 kabupaten dan kota berstatus zona merah dalam sistem peringatan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa (25/8). Level itu menandakan tingkat bahaya karhutla berada pada kategori sangat tinggi.

Data hasil pemantauan Sistem Informasi Hotspot Kalimantan per pukul 07.00 Wita menunjukkan dua wilayah tidak terdeteksi titik panas sama sekali, yakni Banjarmasin dan Balangan. Sementara itu, 473 titik yang terpantau terdiri dari 425 titik kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik kategori rendah.

Kategori Sedang Dominan dengan Proporsi 89,9 Persen

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan, Utari Randiana, mengatakan kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen dari total titik panas. Titik dengan tingkat kepercayaan sedang ini tersebar di Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, dan Kota Banjarbaru.

"Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah," kata Utari mengutip Antara.

Wilayah dengan Titik Panas Kategori Tinggi

Untuk kategori tinggi, BMKG mendeteksi sebaran di tujuh kabupaten dan kota. Wilayah tersebut meliputi Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tapin, dan Kota Banjarbaru.

Selain tiga wilayah dengan jumlah temuan terbanyak, titik panas juga terdeteksi di Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut. Sebaran ini merupakan hasil pemantauan berdasarkan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat hampir seluruh wilayah masuk zona merah. Kondisi ini berpotensi memperluas karhutla jika tidak diantisipasi sejak dini.

Terkini