Kementerian PU Data Kerusakan Jalan dan Bangunan Akibat Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:25:57 WIB
Bangunan yang runtuh pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.(Sumber:NET)

JAKARTA Guncangan gempa bumi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut mengakibatkan kerusakan pada beberapa sarana fisik.Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini tengah menjalankan proses asesmen guna memetakan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh peristiwa alam tersebut.

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menjelaskan, inventarisasi dampak kerusakan infrastruktur masih berjalan aktif di area terdampak.Langkah pendataan ini dilaksanakan secara bersinergi dengan beberapa kementerian terkait yang sudah berada di lokasi kejadian.

“Ini sedang kami identifikasi ya, kan Pak Menteri, Menko PMK segala kan sedang di sana melakukan identifikasi. Tapi saya belum tahu, laporannya sedang disusun ya,” ujar Diana saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Diana menyampaikan bahwa efek kerusakan menimpa deretan gedung dan jalur transportasi darat.Sejumlah ruas jalan tertimbun material longsor pascagempa sehingga memerlukan penanganan cepat demi memulihkan arus pergerakan warga.

“Bangunan-bangunan banyak yang rusak ya, jalan-jalan juga banyak yang longsor,” katanya.

Bukan cuma sarana jalan dan gedung publik, Diana juga membeberkan bahwa fasilitas di area Pulau Rinca serta Pulau Padar turut mengalami kerusakan akibat dampak gempa.

“Dan tentunya bangunan-bangunan yang di Pulau Rinca, Pulau Padar itu juga ada yang sedikit yang runtuh-runtuh kayak gitu. Kami sedang identifikasi semuanya,” jelas Diana.

Kendati beberapa jalur tertutup longsoran, Diana menjamin keadaan tersebut tidak sampai memutus total keterhubungan antarwilayah di lokasi bencana.Menurut penjelasannya, pembersihan reruntuhan tanah yang menghalangi pergerakan lalu lintas terus dikebut.Pemerintah bertahan melakukan pemulihan di lapangan supaya konektivitas lalu lintas dapat berfungsi sediakala.

“Tapi bukan putus karena longsor apa-apa, sedang kami bersihkan untuk ini ya,” kata Diana.

Di samping itu, mengenai infrastruktur dermaga atau pelabuhan yang terdampak gempa, Diana menegaskan bahwa urusan perbaikannya merupakan ranah tanggung jawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bukan kewenangan Kementerian PU.

“Kalau pelabuhan kan Kementerian Perhubungan, bukan PU ya,” ujarnya.

Sampai sekarang, Kementerian PU belum mempublikasikan secara keseluruhan jumlah bangunan maupun kalkulasi nilai kerugian fisik imbas gempa NTT.Pihak pemerintah masih menghimpun laporan utuh dari proses inventarisasi di lapangan sebelum merumuskan tindakan perbaikan selanjutnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendata aktivitas gempa susulan di daerah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyentuh angka 1.598 kali hingga Senin (17/8/2026) pagi.Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengabarkan, pergerakan gempa susulan itu senantiasa diamati oleh jajaran tim BMKG yang sudah terjun ke area bencana.

“Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,” kata Faisal sebelum mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).

Faisal menerangkan, BMKG secara intensif memantau tren penurunan frekuensi gempa susulan di kawasan Flores.Sesuai estimasinya, intensitas getaran susulan diprediksi akan terus mereda secara bertahap dalam kurun dua sampai tiga pekan mendatang.Situasi yang kian stabil tersebut nantinya dapat dijadikan pertimbangan dasar untuk mengawali masa renovasi atau rekonstruksi gedung yang runtuh.

“Tapi kami terus masih memantau terkait dengan peluruhannya, kemungkinan dalam 2-3 minggu ke depan dia akan meluruh sehingga kami mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan,” ujarnya.

Terkini