Kasus Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok, KSPSI Buka Suara

Selasa, 28 Juli 2026 | 12:16:55 WIB
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.(Sumber:NET)

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea turut memberikan perhatian pada kasus tewasnya pria berinisial KD di Tabanan, Bali, akibat dikeroyok usai dituduh mencuri ayam.

Andi Gani mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut."Meminta Kapolres Tabanan dan jajarannya untuk segera menuntaskan masalah hukum ini dan bertindak cepat," kata Andi Gani dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Ia menyampaikan bahwasanya ia telah mengutus stafnya guna menemui keluarga KD demi memberikan bantuan pendidikan untuk anaknya yang masih menempuh studi.Ia menegaskan aksi pengeroyokan tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan.

"Tindakan pencurian merupakan pelanggaran hukum, tetapi pengeroyokan terduga pencuri hingga tewas tersebut juga tidak dapat dibenarkan secara hukum. Kami meminta aparat Polri dapat mencegah aksi balas dendam agar masalah ini tidak menjadi berkepanjangan," jelasnya,Minggu (26/7), Perbekel Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, turut menyesalkan terjadinya insiden itu.

KD diketahui meninggalkan seorang istri serta tiga anak, di mana dua di antaranya masih sekolah dan si bungsu masih berstatus murid kelas 1 SD.

"Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap Sutama.

Detik-detik mengharukan saat putri bungsu KD menangisi jenazah ayahnya sempat ramai di media sosial.Dalam video yang beredar, anak perempuan tersebut tampak di tengah kerumunan warga sembari terus memanggil ayahnya yang sudah tak bernyawa.

Sutama menyatakan bahwa pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyerahkan seluruh penanganan hukum kepada pihak kepolisian.Walau demikian, Sutama tetap menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang merenggut nyawa salah satu warganya.

Ia menilai, dugaan tindak pidana dalam bentuk apa pun semestinya diproses melalui jalur hukum yang berlaku."Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," tegas Sutama.

Terkini