Di Depan Presiden, Mentan Sebut Harga TBS Sawit Kembali Normal

Kamis, 25 Juni 2026 | 11:18:08 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (FOTO: NET)

JAKARTA - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit belakangan ini dikabarkan sempat merosot.

Penyusutan nilai jual TBS ini berlangsung saat harga olahan minyak CPO dunia sedang melonjak tinggi bersamaan dengan menguatnya kurs Dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa situasi harga TBS di tingkat petani saat ini berangsur membaik serta kembali stabil.

Dirinya bahkan mengindikasikan nilai jual TBS berpotensi mengalami pertumbuhan hingga 10% dibandingkan periode yang lalu.

Amran mengutarakan laporan tersebut secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam perhelatan Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 yang berlangsung di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

"Kami laporkan, Bapak Presiden, TBS alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, bila perlu naik 10% dari sebelumnya bapak presiden," ujar Amran dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kamis (25/6/2026).

Pihak pemerintah memberikan atensi yang mendalam terhadap anjloknya harga TBS di tingkat petani lantaran kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan meroketnya harga minyak sawit mentah (CPO) global maupun penguatan mata uang Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah.

Langkah taktis yang cepat langsung diterapkan oleh pihak Amran guna menyelesaikan kendala anjloknya harga TBS tersebut.

Dirinya segera mengadakan rangkaian diskusi bersama para pelaku industri, pengurus asosiasi, hingga perwakilan petani kelapa sawit.

Bukan hanya itu, Amran mengimbuhkan bahwa Kementerian Pertanian tengah merajut kolaborasi bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia demi memeriksa 274 perusahaan yang diduga belum menyesuaikan harga beli TBS petani dengan standar pasar.

"Kenapa? Karena harga CPO dunia naik, dan dengan Pak Kapolri kami kerja sama ada 274 (perusahaan) yang awalnya tidak menaikkan, jadi kami melakukan pemeriksaan," jelas Amran.

Amran mengingatkan bahwa pihak pemerintah senantiasa memantau ketat pergerakan harga TBS petani demi menjaga mereka dari potensi kerugian di saat harga CPO global tengah merangkak naik.

Terlebih lagi, untuk saat ini diperkirakan terdapat kurang lebih 15 juta jiwa masyarakat yang menggantungkan pencaharian mereka pada sektor industri kelapa sawit.

Dalam kesempatan tersebut, Amran pun memaparkan sejumlah pencapaian positif di sektor pertanian selama masa pemerintahan Prabowo.

Salah satu poin yang disampaikan adalah terkait harga pupuk yang diklaim telah mengalami penurunan hingga berkisar 20%.

Amran juga menyampaikan bahwa tingkat kesejahteraan petani memperlihatkan grafik yang positif, terindikasi dari melonjaknya angka Nilai Tukar Petani (NTP).

Dirinya membeberkan bahwa capaian angka NTP pada bulan Mei 2026 yang lalu telah menembus level 127, yang sekaligus menjadi catatan rekor tertinggi sepanjang 34 tahun terakhir.

Terkini