Adus Salam: Juru Sembelih Halal Jaksel yang Sukses di Brunei

Jumat, 29 Mei 2026 | 14:35:12 WIB
Cang Adus Salam.(Sumber:NET)

JAKARTA - “Penyembelihan hewan bukan hanya harus halal sesuai syariat Islam, tetapi juga dilakukan secara ihsan. Kami tidak boleh kasar, apalagi menyakiti hewan. Dalam konsep ihsan, ada nilai kasih sayang dan kesejahteraan hewan yang harus dijaga,” kata Adus Salam.

Adus Salam ialah seorang juru sembelih halal yang berasal dari Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

Pada saat ini, ia mengemban amanah sebagai Penasehat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) organisasi Juru Sembelih Halal (Juleha) Jakarta Selatan, yang telah berdiri sejak tahun 2016.

Ia sendiri mulai bergabung dengan Juleha Indonesia pada tahun 2017. Akan tetapi, ketertarikannya terhadap bidang penyembelihan hewan sebenarnya sudah tumbuh semenjak kecil. 

Pekerjaan tersebut diturunkan langsung oleh orang tuanya yang memiliki profesi serupa sebagai penyembelih hewan. 

Semenjak kecil, Adus sudah terbiasa melihat proses penyembelihan dan kerap mengamati bagaimana cara orang tuanya bekerja.

“Dari kecil saya sudah melihat proses penyembelihan, lalu ikut-ikutan mencontoh orang tua, meski saat itu belum terarah. Sampai akhirnya saya bertemu dengan organisasi Juleha Indonesia,” ujarnya.

Pengalaman Adus bersama dengan Juleha mengantarkannya hingga ke dunia internasional. Pada tahun 2021, ia memperoleh peluang untuk pergi ke Brunei Darussalam setelah ada seorang begawan di negara itu yang memerlukan tenaga ahli untuk rumah pemotongan hewan. “Saya diseleksi dari 80 orang, lalu terpilih empat orang. Alhamdulillah lulus dan terbang ke Brunei. Kami khusus dipekerjakan untuk Idul Adha di sana. Memang Brunei masih kekurangan tenaga terampil di bidang penyembelihan,” ujarnya.

Selama rentang waktu dua tahun bekerja di Brunei, Adus memperoleh banyak pengalaman serta wawasan baru terkait tata cara penyembelihan yang jauh lebih profesional, cepat, aman, dan tetap memperhatikan kesejahteraan hewan.

Namun, pengalaman menjalani pekerjaan di luar negeri tidak lantas membuatnya melupakan tanah airnya. 

Pada tahun 2023, di saat kontrak kerjanya telah selesai dan ia memperoleh tawaran untuk perpanjangan, Adus lebih memilih untuk kembali ke Indonesia.

Langkah yang diambilnya itu didasari oleh keinginan kuat untuk menyebarkan ilmu yang telah ia dapatkan selama bekerja di Brunei kepada masyarakat di Indonesia.

Terkini