Mantan Polisi Coba Kabur dari Lapas Palangka Raya Pakai Pistol

Jumat, 29 Mei 2026 | 10:53:06 WIB
Anton Kurniawan mantan polisi yang menembak warga sipil beberapa waktu lalu.(Sumber:NET)

PALANGKA RAYA - Seorang mantan anggota kepolisian bernama Anton Kurniawan nekat menodongkan senjata api kepada petugas demi melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah. 

Anton merupakan terpidana yang telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kasus penembakan seorang sopir ekspedisi di Kabupaten Katingan. 

Saat melancarkan aksinya, ia membekali diri dengan sepucuk pistol yang berisi tujuh butir peluru tajam.

Upaya pelarian Anton tersebut akhirnya kandas setelah petugas lapas sigap melumpuhkannya sebelum sempat melewati gerbang luar penjara.

“Benar ada percobaan kabur, tetapi berhasil digagalkan petugas kami. Yang bersangkutan tidak sempat keluar dan situasi tetap aman,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, dilansir dari Antara Kalteng, Senin (25/5/2026).

“Bisa jadi secara psikologis yang bersangkutan belum sepenuhnya menerima vonis yang dijatuhkan. Apalagi hukumannya seumur hidup, tentu menjadi tekanan tersendiri,” tambahnya.

Detik-detik Anton Coba Kabur dari Lapas

Aksi nekat Anton ini bermula pada Sabtu (23/5/2026) pagi, ketika ia dikunjungi oleh istrinya yang bernama Juwita di Lapas Kelas IIA Palangka Raya. 

Suasana lapas saat itu sedang sangat padat oleh keluarga warga binaan karena bertepatan dengan hari libur akhir pekan.

"Di hari Sabtu terjadi peningkatan kunjungan karena hari libur," jelas Murdiana, seperti dikutip dari TribunKalteng, Selasa (26/5/2026).

Juwita tiba di area lapas sekitar pukul 08.55 WIB dan langsung melalui proses pemeriksaan di Pengamanan Pintu Utama (P2U). Seluruh barang bawaan serta fisiknya digeledah secara ketat oleh petugas.

"Yang bersangkutan juga digeledah badannya oleh petugas perempuan," kata Murdiana.

Kendati pemeriksaan sudah dilakukan, petugas tidak menemukan adanya benda yang mencurigakan. Belakangan terungkap bahwa sebelum masuk ke pos pemeriksaan, Juwita sengaja meninggalkan sebuah tas berwarna putih di dekat area toilet luar.

Setelah lolos dari pos pemeriksaan, Juwita masuk menemui suaminya di ruang kunjungan pada pukul 09.13 WIB. 

Sekitar sebelas menit kemudian, tepatnya pukul 09.24 WIB, ia meminta izin menuju ke kamar mandi. Saat kembali satu menit setelahnya, Juwita terpantau sudah membawa tas putih yang sebelumnya luput dari pemeriksaan petugas. 

Tas tersebut diduga kuat menjadi wadah untuk menyelundupkan senjata api.

"Rupanya sebelum digeledah, istri yang bersangkutan meletakkan tas tersebut di meja kayu di dekat toilet, sehingga barang tersebut tidak tergeledah," papar Murdiana.

Kondisi ruang kunjungan yang berjubel membuat para petugas tidak menyadari keberadaan tas yang belum diperiksa tersebut. 

Celah kelengahan inilah yang dimanfaatkan Juwita untuk menyerahkan senjata api kepada Anton.

Sekitar pukul 10.18 WIB, Juwita menyudahi kunjungannya dan berjalan menuju pintu keluar lapas. Namun, setelah waktu kunjungan berakhir, Anton tidak kembali ke jalur yang semestinya. 

Pada pukul 11.25 WIB, ia justru berjalan cepat ke arah pintu 2 dan mencoba menerobos akses keluar penjara.

Dalam upayanya meloloskan diri, Anton langsung menodongkan senjata api ke arah petugas keamanan yang berjaga.

"Yang bersangkutan menerobos P2U dengan mengancam petugas dengan menodongkan pistol. Sebelum bisa dilumpuhkan yang bersangkutan sempat menarik pistol sebanyak dua kali," beber Murdiana.

Beruntung, senjata api tersebut tidak meletus meskipun pelatuknya sempat ditarik sebanyak dua kali. Petugas lapas pun bergerak cepat menyergap dan melumpuhkan Anton sebelum berhasil keluar dari lingkungan penjara.

Istri Menunggu di Mobil

Berdasarkan pemeriksaan lanjutan, pistol yang digunakan Anton dipastikan merupakan senjata organik yang terisi penuh dengan tujuh butir peluru tajam.

Pasca-kejadian, petugas segera mengamankan Juwita yang ternyata masih berada di dalam mobil di area parkir lapas selama kurang lebih satu jam setelah keluar dari ruang kunjungan. 

Juwita diduga kuat sengaja bersiap di kendaraan untuk menjemput dan membantu suaminya melarikan diri.

Menyusul insiden serius ini, pihak lapas berencana memindahkan lokasi penahanan Anton ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Terkini