SURAKARTA - Para mahasiswa diimbau untuk meningkatkan keberanian dalam melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual yang disaksikan, didengar, maupun dialami secara langsung. Langkah penanganan yang tanggap dan berani dinilai mampu mempercepat pemberian pendampingan kepada korban sekaligus memutus rantai munculnya korban-korban baru.
“Jangan diam ketika kalian melihat, mendengar, atau mengalami kekerasan seksual, harus berani melaporkan,” ujarnya.
Mahasiswa memiliki peran yang sangat krusial dalam mewujudkan iklim akademik yang aman serta bersih dari ancaman kekerasan seksual. Sebagai calon pemimpin masa depan, jajaran mahasiswa dituntut untuk aktif melakukan pencegahan dan mengambil sikap tegas terhadap segala tindakan pelanggaran tersebut.
Apresiasi tinggi turut disampaikan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta yang melangkah aktif memperkokoh sistem pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di area kampus. Kampus tersebut mencatatkan diri sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri pertama yang menerbitkan Buku Saku Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual khusus bagi mahasiswa.
“Ini menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri pertama yang menerbitkan Buku Saku Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual bagi mahasiswa,” ucapnya.
Sebanyak 3.430 eksemplar buku saku pencegahan kekerasan seksual disalurkan kepada seluruh mahasiswa baru UIN Raden Mas Said Surakarta. Atas pencapaian penyerahan buku ini, pihak kampus sukses meraih penghargaan dari Rekor MURI.
“Buku ini bukan sekadar dipegang, tetapi harus dipelajari agar mahasiswa memahami pencegahan kekerasan seksual,” katanya. “Mahasiswa juga perlu saling mengingatkan pesan-pesan penting yang terdapat dalam buku tersebut.”
Pihak rektorat menegaskan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat benteng perlindungan bagi seluruh sivitas akademika. Langkah ini direalisasikan melalui optimalisasi fungsi Satgas PPKS, Pusat Studi Gender dan Anak, serta penyediaan sarana digital pengaduan resmi berupa aplikasi Silira agar para mahasiswa dapat membentengi diri dengan baik.
“Melalui peningkatan literasi ini, seluruh mahasiswa diharapkan dapat melindungi diri dengan baik,” ujarnya. “Kami telah menyediakan aplikasi digital Silira sebagai kanal pengaduan resmi.”