Proyek Terowongan Gatsu-Canggu 2,4 KM Gandeng Perusahaan Asal China

Proyek Terowongan Gatsu-Canggu 2,4 KM Gandeng Perusahaan Asal China
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.(Sumber:NET)

BADUNG - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, membeberkan rencana pembuatan terowongan yang menyambungkan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat sampai ke Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara.Pengerjaan terowongan tersebut diperkirakan membentang sepanjang 2,4 kilometer.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan asal China, Shanghai Tunnels Engineering Co. Ltd (STEC), guna merealisasikan proyek pengurai kemacetan itu.

"Kemarin kami sempat bertemu, yang mana banyak bergerak dalam bidang infrastruktur. Ini adalah salah satu juga konsultan dan mungkin kontraktor yang memang sejak tahun 1965 sudah mengerjakan tunnel di China ini," kata Adi Arnawa, Jumat (14/8/2026).

Kerja sama ini, jelas Adi Arnawa, merupakan bagian dari langkah peningkatan fasilitas publik modern di wilayah Badung.

Menurutnya, pihak perusahaan yang bermarkas di Kota Shanghai, China, tersebut memiliki iktikad baik dan berkomitmen menyokong realisasi program pembangunan sarana infrastruktur di Badung.

"Mereka mencoba menyampaikan keinginan, maksudnya atau sama dengan membantu kami untuk ikut mengimplementasikan daripada program-program yang akan kami luncurkan. Untuk tahun 2027 sampai 2028 ini, rencana kami kan memang membangun jaringan jalan akses dari Gatot Subroto Barat itu menuju Canggu," ujar Adi Arnawa.

Pemkab Badung bersama tim teknis pun sudah menggelar peninjauan langsung ke area lokasi untuk memetakan situasi riil.

Berdasarkan hasil pemetaan awal di lapangan, tidak ada kendala teknis berarti yang ditemukan.Saat ini, tim pengkaji tengah menyusun kalkulasi kebutuhan ruang jalan beserta struktur teknis terowongan yang diperkirakan membentang sepanjang 2,4 km.

Pemkab Badung siap menyiapkan seluruh kebutuhan penunjang, termasuk mengeksekusi pembebasan tanah milik warga jika memang diperlukan.

"Sekarang sedang paralel bergerak, untuk membuat kajian. Kira-kira berapa dibutuhkan space untuk gate-nya menuju ke tunnel yang sekitar panjangnya kalau tidak salah sekitar 2,4 km menuju titik yang kami harapkan nanti," jelas Adi Arnawa.

Tahapan pengkajian teknis serta skema pembiayaan ini ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan mendatang di bawah koordinasi Sekretaris Daerah (Sekda) Badung.

Pemkab Badung menegaskan kesiapannya mengambil langkah modernisasi ini demi menekan risiko kemacetan lalu lintas sekaligus meningkatkan daya tampung pariwisata daerah.

"Kalau kami tidak mengambil langkah-langkah, terlalu banyak risiko sosial nanti yang kalau tidak ada ini. Jadi kami coba dengan gaya seperti ini walaupun mungkin konsekuensinya dari segi pembiayaan mungkin akan menjadi membengkak, tetapi kan kami akan mendapatkan sesuatu yang monumentallah," jelas Adi Arnawa.

Sebelumnya, Adi Arnawa telah menerima kunjungan perwakilan STEC di kantornya pada Kamis (13/8/2026).Pertemuan tersebut secara khusus mengulas potensi pengembangan infrastruktur bawah tanah, mulai dari terowongan jalan raya, jalur trem, hingga lokasi parkir bawah tanah di sejumlah titik destinasi wisata.

Berdasarkan perencanaan teknis, proyek pembangunan jalan terowongan rute Gatsu Barat-Canggu-Terminal Mengwi khusus segmen Gatsu Barat-Canggu memiliki total panjang lintasan mencapai 3,2 km dengan terowongan utama sepanjang 2,4 km.

Terowongan ini kelak digarap pada kedalaman 15 meter di bawah permukaan tanah dengan estimasi biaya pengerjaan sebesar Rp 1,45 miliar per meter.Perkiraan total biaya penggarapan proyek ini diprediksi menelan anggaran mencapai Rp 3,5 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index