Tragedi Pembunuhan Keluarga di Palu, Ibu Rumah Tangga Tewas

Tragedi Pembunuhan Keluarga di Palu, Ibu Rumah Tangga Tewas
Ilustrasi Pembunuhan.(Sumber:NET)

JAKARTA - Korban berinisial NH (23) akhirnya meninggal dunia.Ibu rumah tangga yang sempat kritis pada peristiwa pembunuhan satu keluarga di Kota Palu, Sulawesi Tengah ini sempat dirawat secara intensif selama 10 hari di rumah sakit.

Sebelumnya, suami NH yaitu J (32) serta anaknya R (2) telah ditemukan tewas pada insiden yang terjadi Minggu (26/7/2026).Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena menyebutkan, NH mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Undata Palu pada Rabu (5/8/2026) pagi.Selama penanganan medis, korban sempat dioperasi karena luka parah yang dialaminya dalam kejadian tersebut.

"Iya korban ketiga meninggal dunia," kata Hari Rosena saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Setelah dipastikan meninggal dunia, jasad NH dikirim ke tanah kelahirannya di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, untuk dikuburkan oleh pihak keluarga.

Peristiwa pembunuhan ini terkuak usai masyarakat mendengar suara jeritan minta tolong dari kediaman korban pada Minggu (26/7/2026).Sewaktu menghampiri lokasi, warga melihat J sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh bersimbah darah.

Anak pasangan tersebut, R (2), turut ditemukan tewas di dalam bangunan rumah.Adapun NH masih bernapas walau mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit guna memperoleh pertolongan medis.

Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby menerangkan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara memperlihatkan adanya beberapa luka tusukan di tubuh J.Pihak kepolisian menduga J merupakan korban pertama yang dihantam sebelum aksi penganiayaan berlanjut ke anggota keluarga yang lain.

"Kemungkinan sebelum itu (istri korban teriak) pelaku sudah lebih dulu melakukan penganiayaan terhadap saudara J hingga meninggal dunia, karena ditemukan beberapa luka tusuk pada tubuh korban," kata Ismail.

Ismail menyampaikan, berdasarkan pemeriksaan awal, tewasnya balita R diduga bukan disebabkan luka senjata tajam.Pihaknya menduga korban tewas akibat dibekap memakai bantal atau benda lain hingga kehabisan oksigen.

"Kalau karena senjata tajam sepertinya tidak. Kemungkinan wajahnya ditindih menggunakan bantal atau benda lain," ujar Ismail.

Seiring berjalannya proses penyelidikan, aparat telah mengantongi identitas terduga pelaku yang berinisial AK.Terduga pelaku merupakan rekan kerja J dan disinyalir menjadi sosok terakhir yang bersama korban sebelum aksi pembunuhan berlangsung.

Berdasarkan keterangan Ismail, sebelum insiden J diketahui sempat mendatangi kediaman AK guna mengambil sepeda motor.Informasi tersebut menjadi salah satu acuan yang mengarahkan tim penyidik pada identitas terduga pelaku.

"Untuk identitas terduga pelaku sudah kami ketahui, dia berinisial AK. Rekan korban sendiri," katanya.

Meskipun identitas terduga pelaku sudah dikantongi, sampai saat ini AK masih buron.Kepolisian pun belum bisa memastikan latar belakang motif penganiayaan yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut.

"Sampai sekarang belum diketahui apa penyebab sehingga terduga pelaku AK melakukan penganiayaan. Antara korban dan terduga pelaku tidak ada hubungan keluarga. Mereka satu tempat kerja," kata Ismail.

Penyidik hingga kini terus mengejar keberadaan AK sekaligus mengumpulkan bukti tambahan guna membongkar kronologi serta motif pembunuhan yang menewaskan satu keluarga itu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index