PLN EPI Beri Kepastian Kontrak Pembelian Biomassa Hingga 5 Tahun

PLN EPI Beri Kepastian Kontrak Pembelian Biomassa Hingga 5 Tahun
Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir.(Sumber:NET)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) semakin memperkokoh pengembangan ekosistem bioenergi nasional melalui pemberian kepastian bagi para pemasok biomassa dengan skema kontrak pembelian sampai lima tahun.

Hokkop Situngkir selaku Direktur Biomassa PLN EPI, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa jaminan kontrak menjadi elemen krusial untuk menciptakan rantai pasok biomassa yang sehat sekaligus berkelanjutan.

Lewat keberadaan kepastian pembelian jangka panjang ini, para pelaku usaha memperoleh jaminan dalam menanamkan modal, mendongkrak kapasitas produksi, serta menjaga mutu biomassa yang dikirimkan ke pembangkit listrik.

"Apabila kualitas biomassa dapat dijaga, baik dari sisi nilai kalor maupun kontinuitas pasokan, PLN EPI dapat memberikan kontrak pembelian hingga lima tahun. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi dan meningkatkan kapasitas produksinya," ujar Hokkop, dalam forum AgriWaste to Value di Jakarta.

Pada forum tersebut, Hokkop memaparkan bahwa PLN EPI menjalankan skema pengadaan biomassa berdasarkan regulasi yang berlaku dengan menempatkan kualitas produk sebagai prioritas utama.

Biomassa yang mempunyai nilai kalor lebih tinggi serta sanggup dikirimkan secara konsisten bakal mengamankan peluang skema harga yang jauh lebih kompetitif, sehingga dapat memicu pelaku usaha untuk terus mengoptimalkan kualitas produksinya.

Ia menilai, kepastian pasar tak hanya berdampak positif bagi para pemasok biomassa, namun turut menjadi fondasi utama dalam merancang ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan kelompok tani, koperasi, BUMDes, hingga industri pengolahan biomassa sebagai elemen dari rantai pasok energi primer nasional.

"Kami ingin membangun industri biomassa yang sehat. Ekspor tetap menjadi peluang, tetapi pada saat yang sama kebutuhan domestik juga harus terjamin agar transisi energi nasional dapat berjalan secara berkelanjutan," tambah Hokkop.

Menjadi bagian dari strategi transisi energi PLN Group, sampai Juni 2026 PLN EPI sudah menerapkan penggunaan biomassa di 52 PLTU dengan pencapaian volume mencapai 932.906 ton.

Seiring bertambahnya mutu biomassa, rerata nilai kalor yang digunakan juga mengalami kenaikan menjadi 3.263 kkal per kilogram, melalui pemanfaatan 16 varian biomassa yang bersumber dari limbah sektor pertanian dan kehutanan.

Ke depannya, PLN EPI mematok target pemanfaatan biomassa sanggup menembus 3,7 juta ton pada 2026 serta melonjak menjadi 10 juta ton pada 2030 mendatang.

Capaian ini diperkirakan dapat mencetak nilai ekonomi sekitar Rp5,1 triliun, menekan emisi hingga 12 juta ton CO2 ekuivalen per tahun, mengolah sekitar 20 juta ton limbah biomassa saban tahun, sekaligus membuka sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau di pelbagai daerah.

Dalam mendukung pencapaian target tersebut, PLN EPI terus memperkuat ekosistem biomassa lewat pembangunan jaringan hub dan main hub biomassa, peningkatan fasilitas produksi, digitalisasi rantai pasok, serta penjalinan kemitraan bersama koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha di pelbagai pelosok Indonesia.

Langkah strategis ini ditempuh demi menjamin pasokan biomassa tetap andal, bermutu tinggi, serta sanggup memenuhi kebutuhan pembangkit listrik yang kian meningkat.

"Melalui penguatan kepastian pasar dan pengembangan ekosistem biomassa dari hulu hingga hilir, PLN EPI menegaskan komitmennya dalam membangun rantai pasok bioenergi yang tangguh sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional," sebut Hokkop.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index