Kementan Perkuat Infrastruktur Air Mencegah Kekeringan Lahan

Kementan Perkuat Infrastruktur Air Mencegah Kekeringan Lahan
Seorang petani memeriksa penampungan air yang mengalami kekeringan.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan sarana dan prasarana sumber daya air guna mengamankan hasil panen pertanian sepanjang musim kemarau.

Upaya ini direalisasikan melalui pembuatan embung, waduk, saluran irigasi, serta pompanisasi yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, beragam program pengairan ini sudah bergulir selama dua tahun belakangan.

Berdasarkan penjelasannya, pemerintah gencar memperluas cakupan irigasi sekaligus memperkokoh infrastruktur pengairan agar pasokan air ke area persawahan tetap terjamin saat curah hujan menyusut.

“PU sudah jalan dua tahun. Jadi irigasi, embung, pompanisasi, irpom, kemudian waduk-waduk, baru-baru bendungan kita resmikan diresmikan Bapak Presiden. Sudah jalan,” kata Amran kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Hermanto menyebutkan, sinergi bersama Kementerian PU telah dirancang sejak dini guna memitigasi dampak dari kemarau panjang.

Jika ada daerah yang dilanda kekeringan parah, Kementan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) akan turun langsung mengeksekusi penanganan di lokasi.

Hermanto menerangkan, Kementan konsisten mengeksekusi program irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pembuatan embung, serta penampungan air (long storage) yang dikelola langsung oleh kelompok tani.

Pihaknya turut menambah pasokan bantuan pompa di kawasan yang mengantongi sumber air, namun memerlukan fasilitas pendukung untuk mengalirkannya menuju areal sawah.

Sesuai pemaparan Hermanto, beberapa titik di wilayah Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan mulai terdampak kekeringan walaupun skalanya belum meluas.

Oleh sebab itu, Kementan bersama Kementerian PU bakal kembali menggelar agenda rapat koordinasi guna mempercepat langkah penanggulangan jika ancaman kekeringan terus meluas.

Hermanto menegaskan, pengucuran bantuan irigasi perpompaan maupun perpipaan terus diproses begitu titik penerima dinyatakan terverifikasi.

Para petani yang memerlukan sarana bantuan dapat mengajukan permohonan lewat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk diteruskan kepada pemerintah daerah serta Kementerian Pertanian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index