JAKARTA - Pirelli menegaskan aturan batas minimal tekanan ban MotoGP akan tetap berlaku pada musim 2027 meski mereka resmi menggantikan Michelin sebagai pemasok tunggal.
“Kami selalu mengatakan bahwa kami akan tetap menerapkannya. Saya tidak tahu dari mana rumor sebaliknya berasal,” kata Direktur Balap Motor Pirelli Giorgio Barbier, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Barbier menyebut keputusan mempertahankan aturan tekanan ban merupakan bentuk penghormatan kepada Michelin sekaligus pertimbangan keselamatan.
“Jika, setelah 11 tahun, mereka menetapkan aturan bersama Dorna karena percaya penggunaan tekanan rendah dapat menimbulkan bahaya, saya tidak dapat mengatakan bahwa bahaya tersebut tidak ada,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Regulasi MotoGP saat ini mengharuskan tekanan ban depan di atas 1,80 bar dan ban belakang di atas 1,68 bar. Ketentuan tersebut berlaku 60 persen putaran pada balapan utama dan 30 persen putaran pada sprint race. Pelanggaran berujung penalti 16 detik di grand prix dan delapan detik di sprint race.
Meski begitu, Barbier menilai konstruksi ban Pirelli berbeda dari Michelin sehingga berpotensi memberi rentang kerja lebih fleksibel. “Jelas bahwa kita memiliki konstruksi berbeda, material berbeda, tekanan operasi berbeda. Oleh karena itu, kita mungkin tidak akan mengalami masalah seperti itu,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menambahkan evaluasi baru akan dilakukan setelah Pirelli memiliki pengalaman langsung di MotoGP. Untuk saat ini, aturan tekanan ban tetap dipertahankan sambil melihat perkembangan di lintasan.