A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$ai_summary

Filename: controllers/read.php

Line Number: 107

Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Bersiap PHK Massal

Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Bersiap PHK Massal

Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Bersiap PHK Massal
Ilustrasi Pabrik Otomotif (FOTO: NET)

JAKARTA - Dua perusahaan komponen otomotif bersiap untuk melaksanakan pemutusan hubungan kerja secara massal.

Kedua pabrik tersebut diketahui mempunyai perusahaan induk yang berbasis di Jepang.

Kabar ini diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.

Ia menyebutkan bahwa raksasa produsen komponen otomotif yang namanya masih dirahasiakan ini berencana mengalihkan fokus bisnis mereka ke sektor kendaraan listrik.

Kondisi tersebut memicu keputusan mereka untuk merelokasi fasilitas produksinya dari Indonesia menuju Vietnam.

"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers, Senin (21/6).

Walaupun identitas resmi perusahaan belum boleh dipublikasikan, Said memberikan sedikit petunjuk terkait entitas tersebut.

Kedua korporasi besar di bidang otomotif itu diidentifikasi sebagai PT J dan PT S.

"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," lanjutnya menjelaskan.

Ia memaparkan bahwa manajemen pusat di Jepang menilai Vietnam memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi daripada Indonesia dalam hal ekosistem kendaraan listrik.

Faktor inilah yang melatarbelakangi langkah mereka untuk keluar dari pasar tanah air.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena (PHK)," kata dia.

Said Iqbal, yang menjabat pula sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menyatakan telah menginstruksikan FSPMI selaku serikat pekerja terkait untuk membuka ruang dialog dengan manajemen demi menjamin hak buruh tetap terpenuhi.

Pihak manajemen serikat juga berencana melakukan komunikasi dengan otoritas pusat guna menyampaikan laporan berkala secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi ini.

Ia berpendapat bahwa akar persoalan dalam dinamika ini bersumber dari regulasi dan kebijakan kendaraan listrik yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index