JAKARTA - Tim ONIC Esports menetapkan langkah untuk mengambil masa rehat sejenak guna mengembalikan kebugaran fisik serta mental para pemain setelah menyelesaikan kompetisi di posisi runner-up pada turnamen Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17.
Keputusan libur tersebut sengaja diterapkan sebagai sarana untuk melakukan penyegaran atau reset sebelum bertolak berkompetisi di turnamen internasional Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) dalam rangkaian Esports World Cup (EWC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli-Agustus di Paris, Prancis.
"Untuk EWC kita enggak akan biarkan anak-anak burn out. Kita kasih spare waktu, mau sama keluarga, mau sama teman, mau sama pacar. Jadi biar kita baliknya bisa fresh lagi, terus kita bisa menjalani aktivitas kita," kata pelatih ONIC, CW.
Menurut pandangan CW, waktu beristirahat mempunyai fungsi yang sangat krusial dari persiapan tim sebelum nantinya kembali digembleng dengan jadwal latihan ketat menghadapi MSC EWC 2026.
Dia menilai bahwa kondisi kesehatan mental dan fisik dari para pemain harus dirawat dengan optimal setelah melewati sengitnya rivalitas kompetisi yang melelahkan sepanjang musim ini.
Selain hal tersebut, manajemen ONIC juga akan mengadakan agenda peninjauan mendalam terkait dengan performa permainan mereka pada laga puncak grand final.
Skuad ONIC mengakhiri perjuangan mereka di panggung MPL ID Season 17 melalui hasil kekalahan dengan skor akhir 1-4 dari tim Bigetron Esports (BTR) di partai final.
CW menganggap salah satu poin penting yang dapat diambil sebagai pelajaran oleh timnya adalah tingginya tingkat soliditas permainan yang ditunjukkan oleh skuad BTR sepanjang fase playoff hingga babak final.
"Kalau kita lihat BTR bermain terlalu solid sebagai tim, itu yang mungkin bisa kita pelajari," ujarnya.
Pernyataan yang sejalan juga disampaikan oleh pemain roamer andalan ONIC, Kiboy, yang dengan lapang dada mengakui kehebatan performa dari kubu BTR sepanjang musim ini.
Meskipun belum mampu membawa pulang trofi juara, dia menyatakan tetap merasa bersyukur karena ONIC berhasil mengamankan satu tiket emas menuju turnamen akbar dunia di Paris tersebut.
"Saya tetap bersyukur banget karena tetap bisa ke Paris juga, kita masih Top 2, dan memang BTR lagi kuat banget buat sekarang," kata Kiboy.
Kiboy menjelaskan bahwa pihak ONIC akan memanfaatkan sisa waktu yang tersedia sebelum dimulainya MSC untuk memperbaiki berbagai macam titik kelemahan permainan, mulai dari jalur komunikasi hingga eksekusi taktik di dalam arena kompetisi.
"Yang kita pelajari buat EWC nanti persiapan kita harus lebih matang, lebih rapi lagi, dari komunikasi, gameplay dan sebagainya," ujar Koboy.
Walaupun demikian, fokus utama dari tim dalam waktu dekat ini adalah sepenuhnya untuk berlibur rileks serta menjernihkan pikiran setelah panggung turnamen domestik selesai diselenggarakan.
"Kita fokus liburan dulu sekarang, jadi buat reset dulu. Nanti EWC belakangan, kita fokus reset dulu, yang penting nanti pas kita balik lagi sudah fresh banget," kata Kiboy.
Di sisi lain, pemain ONIC lainnya, Sanz, memberikan opini bahwa skuad BTR memang sudah sangat pantas meraih gelar juara setelah mempertontonkan performa yang konsisten sejak awal playoff hingga babak grand final.
"Di playoff ini BTR dari awal sampai final mereka bermain sangat bagus, memang pantas untuk MPL kali ini," ujar Sanz.
Tim BTR berhasil menghentikan dominasi dari ONIC yang sebelumnya berstatus sebagai pemenang kompetisi MPL Indonesia Season 15 dan Season 16.
Kendati begitu, kedua tim papan atas ini tetap memegang hak penuh untuk menjadi delegasi resmi bagi Indonesia pada turnamen MSC EWC 2026 lantaran keberhasilan mereka menembus babak final kompetisi.