A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$ai_summary

Filename: controllers/read.php

Line Number: 107

Mengenal Data Analyst: Pengertian, Peran, dan Skill yang Dibutuhkan

Mengenal Data Analyst: Pengertian, Peran, dan Skill yang Dibutuhkan

Mengenal Data Analyst: Pengertian, Peran, dan Skill yang Dibutuhkan
Dunia digital membuat hampir semua orang berkutat dengan data dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia digital membuat hampir semua orang berkutat dengan data dalam kehidupan sehari-hari. Nah, misalnya ketika kamu melihat media sosial, ada iklan yang ditampilkan. Tahukah kamu? Itu adalah hasil pengolahan data aktivitasmu di sana. Di balik proses itu, ada peran data analyst.

Sebenarnya, siapa data analyst itu? Apakah kamu sudah pernah mendengar jenis profesi yang satu ini? Profesi ini semakin sering terdengar semenjak digitalisasi marak dilakukan. Adapun dalam dunia digital, peran data sangat penting untuk mendapatkan informasi ketika membangun lebih banyak aplikasi dengan fitur yang sesuai kebutuhan pengguna.

Tanpa perlu menunggu lagi, yuk, simak artikel di bawah ini untuk mengenalnya!

Pengertian Data Analyst

Perlu kamu ketahui bahwa data analyst (atau analis data) adalah orang yang bekerja dengan data. Data analyst ahli dalam bidang analisis data, salah satu pekerjaan dalam bidang data science. Data science adalah sebuah cara untuk meneliti dan mengolah data mentah untuk menarik sebuah kesimpulan.

Lebih tepatnya lagi, data analysis berkaitan dengan data analytics yang merupakan salah satu cabang dari data science. Analisis data sendiri memiliki sebuah siklus atau fase yang berjumlah enam tahapan, yakni menemukan data, menyiapkan data, merancang model, membangun model, mengomunikasikan data, dan pembuatan keputusan berdasarkan data.

Setelah memahami hal tersebut, mari kita simak pengertian data analyst menurut beberapa ahli.

Friedrichsen dkk. (2022): Berpendapat bahwa data analyst adalah seorang profesional pada bidang data yang memiliki kemampuan untuk menganalisis dan membuat visualisasi data-data internal dengan tujuan membantu sebuah perusahaan dalam membuat keputusan.

Chojecki (2020): Menyatakan bahwa profesi ini mengolah data dalam jumlah cukup besar untuk mempermudah perusahaan untuk memutuskan sesuatu.

Murray (2013): Menyebutkan bahwa ini adalah seseorang dengan tanggung jawab untuk mengumpulkan data dan mengubahnya menjadi sebuah informasi yang bisa orang lain gunakan.

Jika kita simpulkan, data analyst adalah sebuah profesi dengan kemampuan menganalisis atau mengolah data untuk kemudian diinformasikan agar bisa digunakan dalam sebuah pengambilan keputusan.

Peran Data Analyst

Sudah disebutkan di atas bahwa pekerjaan data analyst lakukan berkaitan erat dengan bidang data science. Dalam bidang tersebut, kamu mungkin pernah mendengar atau membaca tentang beberapa profesi lainnya, seperti data scientist dan data engineer. Apa bedanya, ya?

Analis data berperan dalam menganalisis data-data internal perusahaan dan dapat berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, mereka juga turut berperan saat proses komunikasi data kepada orang-orang dalam perusahaan dan juga stakeholder (pemangku kebijakan).

Pengumpulan data yang dilakukan bisa pula untuk menjawab sebuah masalah dan menjadi pertimbangan untuk menentukan tindak lanjut dalam mencari solusinya. Jadi, data-data yang dikumpulkan dan diolah seringnya merupakan data-data yang masih mentah (raw data) dalam jumlah cukup besar.

Tugas ini mungkin sekilas mirip dengan data scientist. Lalu, apakah perbedaan dari kedua bidang tersebut? Pada dasarnya, lingkup tugas analis data terbatas pada ide dan konsep pengambilan keputusan berdasarkan data. Sebagaimana disebutkan oleh Nandi & Sharma (2000), mereka tidak ikut masuk dalam ranah mengolah data menjadi algoritma seperti pekerjaan data scientist.

Nah, data scientist dapat merancang algoritma dari data yang tersedia sehingga bisa memberikan prediksi-prediksi dengan lebih akurat. Hal lain yang menjadi pembeda, menurut Hyman (2022), data scientist biasanya dapat menemukan masalah pada data serta memperbaikinya (disebut juga dengan data wrangling).

Jika ingin membandingkan profesi ini dengan data engineer, bedanya lebih jauh lagi. Analis data fokus pada cara menganalisis dan memvisualkan data, sedangkan data engineer memiliki peran pada pengelolaan data. Oleh sebab itu, pekerjaan data engineer banyak berkutat soal database dan cara penyimpanan data.

Selain itu, data engineer juga memastikan kualitas data, membangun infrastruktur untuk menyimpan data, menjaga data supaya tetap aman, serta membuat rencana-rencana bisnis yang berkaitan dengan infrastruktur tersebut.

Prospek Kerja Data Analyst

Peluang kerja di bidang ini sangatlah besar karena hampir semua perusahaan dari berbagai sektor pasti memiliki dan membutuhkan pengelolaan data. Mulai dari kesehatan, pariwisata, ekonomi, teknologi, manufaktur, dan berbagai bidang lainnya bisa dimasuki oleh profesi ini.

Besarnya pengaruh pekerjaan ini terhadap keputusan bisnis membuat posisi ini dihargai tinggi. Untuk itu pula, tersedia gaji data analyst yang cukup besar di pasaran.

Dikutip dari Glassdoor.com, rata-rata gaji data analyst di Indonesia adalah Rp8.000.000 setiap bulannya, sedangkan di Amerika bisa mencapai $66.880 per tahunnya. Jumlah tersebut tentu cukup menggiurkan jika dibandingkan dengan profesi lainnya. Namun, ingatlah bahwa pendapatan yang besar ini juga sebanding dengan tanggung jawab yang dipikul, ya!

Keahlian yang Harus Dimiliki Data Analyst

Dikutip dari buku Data Science Fundamentals and Practical Approaches (2020), berikut adalah beberapa skill data analyst utama yang wajib dikuasai jika kamu tertarik terjun ke bidang ini:

Kemampuan Analisis: Menjadi pondasi utama. Kamu dituntut memiliki critical thinking (berpikir kritis) agar bisa menafsirkan data dengan akurasi yang tinggi, serta kemampuan problem solving (termasuk computational thinking) untuk memecahkan masalah bisnis.

Pemrograman: Meski pemrograman lebih lekat dengan data scientist, menguasai bahasa pemrograman seperti SQL sangat penting untuk membantu proses pengelolaan dan pengolahan data agar menjadi lebih mudah.

Visualisasi Data: Kemampuan mengemas data ke dalam grafik atau diagram yang menarik agar hasil analisis mudah dipahami oleh orang lain dan para pengambil keputusan.

Pengetahuan Statistik: Pemahaman terkait statistik deskriptif (statistik ringkas) dan statistik inferensial sangat diperlukan untuk mendasari pengambilan keputusan yang valid.

Komunikasi dan Presentasi: Keterampilan menyampaikan ide atau gagasan secara jelas kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan mengenai hasil data yang telah diolah.

Kesimpulan

Data analyst merupakan profesi krusial di era digital yang bertugas mengubah data mentah menjadi informasi berharga untuk pengambilan keputusan bisnis. Dengan prospek kerja yang luas di berbagai sektor, tawaran gaji yang menjanjikan, serta tantangan analisis yang menarik, profesi ini menjadi salah satu karier paling potensial saat ini. Untuk memulainya, pastikan kamu mengasah kombinasi keahlian teknis seperti statistik dan SQL, serta kemampuan nonteknis seperti komunikasi.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan utama antara data analyst dan data scientist? 
Analis data fokus pada analisis data internal untuk menjawab masalah bisnis saat ini dan membantu pengambilan keputusan. Sementara itu, data scientist melangkah lebih jauh dengan merancang algoritma dan model prediktif untuk masa depan menggunakan data.

2. Apakah menjadi data analyst harus jago coding? 
Tidak harus sejago programmer atau data engineer, namun memiliki pemahaman dasar coding atau bahasa pemrograman khusus data seperti SQL dan Python/R akan sangat membantu efisiensi kerja.

3. Tools apa saja yang sering digunakan oleh seorang data analyst? 
Beberapa tools populer yang sering digunakan meliputi Microsoft Excel, SQL (untuk manajemen database), serta perangkat visualisasi data seperti Tableau atau Power BI.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index