Gubernur Jatim Minta Kepala Sekolah Ciptakan Perubahan

Gubernur Jatim Minta Kepala Sekolah Ciptakan Perubahan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Sumber: NET)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada para kepala sekolah untuk melahirkan inovasi serta terobosan baru demi kemajuan instansi pendidikan mereka, tidak hanya bertindak sebagai seorang pemimpin yang mengurusi hal-hal administratif.

Khofifah menjelaskan, seorang kepala sekolah harus mempunyai kompetensi dalam membangun kultur belajar, membentuk karakter para siswa sekaligus melahirkan generasi penerus bangsa yang bermutu. “Kepala sekolah SMA/SMK merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan sekaligus layanan pendidikan sehingga dampaknya dirasakan peserta didik dan masyarakat," kata Khofifah, Kamis (4/6/2026).

Sebagai seorang pendidik, kepala sekolah juga diharapkan mampu mencetak anak-anak didik yang mumpuni dalam menorehkan bermacam-macam prestasi. 

Para siswa diarahkan agar sejalan dengan butir-butir pakta integritas yang sebelumnya telah disepakati bersama oleh jajaran kepala sekolah tersebut. "Inilah sebuah ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menyiapkan anak pintar dengan sederet prestasi, tetapi ya pintar,“ sambungnya.

Menurut opini Khofifah, Indonesia akan menyongsong momentum bonus demografi pada tahun ini. Selanjutnya, pada tahun 2045 kelak, para pelajar yang sekarang sedang bersekolah diharapkan mampu menempati beraneka kedudukan serta jabatan yang strategis di tanah air.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan pesan agar seluruh kepala sekolah bersama para guru tidak hanya ahli dalam urusan tata kelola sekolah, melainkan mampu menginspirasi perubahan dan membangun budaya mutu yang bergulir secara konsisten. "Saya berharap saudara sekalian mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif dan berorientasi masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur belakangan ini telah melakukan langkah penyegaran di dalam jajaran kepala sekolah untuk tingkat SMA/SMK/SLB. 

Terdapat sebanyak 65 orang yang secara resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai kepala sekolah. 

Dari total tersebut, 30 orang di antaranya diketahui merupakan hasil promosi jabatan dari guru biasa menjadi kepala sekolah, sedangkan untuk 35 orang selebihnya adalah hasil dari regulasi mutasi serta perputaran tugas.

Para kepala sekolah tersebut sekarang diserahi tanggung jawab agar lebih optimal dalam membimbing para siswa mereka agar berhasil dalam tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk menembus jenjang perguruan tinggi negeri. “Bagaimana mereka punya perencanaan ke depan agar anak-anak mereka yang mereka pimpin bisa lolos SNBP maupun SNBT. Termasuk sekolah kedinasan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index