Bernardo Silva Tentukan Masa Depan Usai Piala Dunia 2026

Bernardo Silva Tentukan Masa Depan Usai Piala Dunia 2026
Bernardo Silva memutuskan untuk menunda pembicaraan mengenai masa depan kariernya hingga Piala Dunia 2026 berakhir. (Sumber: NET)

MANCHESTER - Pengatur serangan asal Portugal, Bernardo Silva, telah mengambil langkah tegas untuk menunda segala bentuk keputusan mengenai kelanjutan masa depan karier sepak bolanya hingga turnamen Piala Dunia 2026 selesai digelar.

Bernardo Silva secara resmi juga telah menyampaikan salam perpisahan yang mendalam di depan publik Stadion Etihad setelah melewati masa bakti selama sembilan tahun yang dihiasi lewat rentetan prestasi mentereng.

Situasi tersebut berjalan selaras dengan telah selesainya masa kontrak kerja miliknya pada akhir kompetisi musim ini, yang seketika langsung memicu peningkatan rumor dalam memanaskan jendela bursa transfer pemain.

Dalam beberapa waktu terakhir, nama Bernardo Silva santer dikabarkan menjadi salah satu komoditas terpanas menyusul adanya laporan pada pekan lalu yang mengklaim bahwa ia tinggal selangkah lagi akan bergabung dengan raksasa Spanyol, Barcelona, dengan status bebas transfer.

Kabar ketertarikan itu mencuat di tengah hadirnya penawaran kompetitif lain yang diajukan oleh pihak Atletico Madrid serta klub asal negaranya, Benfica.

Meski begitu, andalan utama di sektor tengah tim nasional Portugal tersebut memilih tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan dan lebih memilih membekukan seluruh proses negosiasi demi memfokuskan energi serta pikirannya sebelum menentukan pilihan pada pelabuhan karier yang baru nanti.

Sepanjang mengenakan seragam kebesaran berwarna biru langit, kontribusi yang diberikan olehnya tergolong sangat besar bagi klub.

Ia tercatat sukses mengemas total 460 penampilan dalam kurun waktu sembilan tahun serta ikut andil mempersembahkan total 15 raihan trofi mayor.

Rentetan pencapaian prestisius tersebut di antaranya meliputi empat trofi kompetisi Liga Premier secara beruntun dari tahun 2021 hingga tahun 2024, kesuksesan merengkuh gelar treble yang bersejarah pada tahun 2023 lalu, sampai menyapu bersih empat trofi domestik pada kalender kompetisi musim 2018-2019.

Berdasarkan laporan yang dimuat oleh media The Times pada pekan lalu, sempat terungkap adanya keinginan terpendam dari sang pemain untuk mengakhiri karier sepak bolanya alias gantung sepatu di klub Benfica, tempat di mana ia dulu pertama kali menimba ilmu di akademi sepak bola.

Akan tetapi, sang maestro pengatur ritme permainan ini meyakini dengan sangat optimis bahwa kapasitas dirinya masih sangat mumpuni untuk bersaing dan bermain di level kompetisi yang jauh lebih tinggi untuk jangka waktu beberapa tahun ke depan sebelum akhirnya memutuskan pulang ke kampung halaman.

Melalui sebuah sesi wawancara eksklusif bersama media Canal 11 pada bulan lalu, ia membuka secara gamblang perihal alasan utama di balik keputusan hengkangnya dari klub yang sejatinya memang telah dirancang secara matang sejak lama.

"Itu adalah keputusan yang saya buat dua tahun lalu, bahwa saya akan menyelesaikan kontrak saya dan kemudian kami akan berpisah. Ketika saya membuat keputusan itu, saya tahu saya tidak akan mengubah pikiran saya," tuturnya dikutip dari Manchester Evening News.

Lebih mendalam lagi, ia juga turut merefleksikan lembaran perjalanan kariernya di sana yang diakuinya berjalan di luar ekspektasi awal dalam benaknya.

"Saat saya tiba, saya tidak pernah membayangkan akan bertahan selama sembilan tahun, itu waktu yang lama di sebuah klub," lanjutnya.

"Keputusan untuk pergi adalah hal yang wajar. Ini adalah kesempatan terakhir saya untuk menghadapi tantangan lain dalam hidup saya, untuk melakukan sesuatu yang berbeda."

Ia pun tidak ragu membeberkan bagaimana bentuk dukungan serta sudut pandang yang mengalir dari orang-orang terdekat dalam lingkaran hidupnya.

"Sejak saya pergi, keluarga saya terus membujuk saya untuk kembali. Mereka tahu bahwa sembilan tahun adalah waktu yang lama dan, setelah semua yang telah saya achieve di sini, masuk akal untuk melakukan sesuatu yang berbeda."

Mengalami kenyataan pahit harus kehilangan salah satu pilar krusialnya, jajaran manajemen dari pihak klub sejatinya tidak tinggal diam begitu saja tanpa melakukan perlawanan.

Ketika dirinya dicecar pertanyaan mengenai ada atau tidaknya langkah konkret dari klub agar ia bersedia bertahan lebih lama lagi di Etihad, ia melayangkan jawaban yang tergolong sangat lugas.

"Mereka mencoba. Mereka terus mencoba, tetapi mereka menyadari pendirian saya tidak akan berubah," terang Bernardo Silva.

"Pada akhirnya, they stopped pushing the matter. Mereka secara bertahap menyadari. Dan kemudian mereka mulai bercanda bahwa saya akan pergi tetapi sebenarnya tidak pernah akan pergi. Mereka tidak sepenuhnya percaya."

Sementara itu di dalam lingkungan internal ruang ganti pemain, beberapa rekan setim terdekatnya dikabarkan sudah sangat memaklumi dan mengerti betul terkait komitmen kuat yang dipegangnya tersebut.

"Ruben (Dias) dan Matheus (Nunes) tahu keputusan saya tidak akan berubah. Saya tidak membuat pengumuman resmi, tetapi saya selalu mengatakan akan menyelesaikan kontrak saya dan kemudian pergi," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index