Titik I Love Solo Sriwedari Diduga Jadi Lokasi Transaksi Asusila

Titik I Love Solo Sriwedari Diduga Jadi Lokasi Transaksi Asusila
Kawasan Sriwedari bertuliskan I Love Solo.(Sumber:NET)

SOLO - Pihak Satpol PP Solo tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait adanya dugaan aktivitas transaksi seksual sesama jenis di area Sriwedari. 

Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono menyampaikan bahwa jajarannya bakal mengintensifkan kegiatan patroli dengan mengerahkan personel khusus guna membongkar dugaan praktik tersebut.

"Kami akan intenskan patroli tertutup atau terbuka. Patroli tertutup dalam rangka pengungkapan kasus, terbuka dalam rangka untuk antisipasi orang-orang itu datang ke tempat itu," kata Didik kepada awak media, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan pemantauan rutin yang berjalan selama dua bulan belakangan, kawasan plaza Sriwedari hingga titik bertuliskan I Love Solo diidentifikasi sering dijadikan tempat untuk transaksi seksual tersebut.

"Di situ itu seperti tempat transaksi, hanya kawasan Sriwedari sampai I Love Solo sampai di plaza itu aja. Di luar itu itu ndak menjadi tempatnya transaksi mereka," terangnya.

Anggota Satpol PP Sempat "Ditawar"

Menurut Didik, tindakan dugaan transaksi seksual ini dilakukan secara individu oleh oknum yang berganti-ganti.

"Kami masih mendalami karena orangnya tidak selalu sama," katanya.

Ia membeberkan bahwa salah seorang personel Satpol PP bahkan sempat ditawari transaksi seksual kala tengah melangsungkan pengawasan di lapangan.

"Orang-orang ini datang pergi, tidak nggrombol tapi datang pergi. Kalau ada orang gitu di situ nongkrong, mereka itu nawar gitu, nawar untuk diajak terus pergi. Saya bisa mengomong karena anak buah saya pernah ditawar pas lagi mantau kemudian dia lari," terangnya.

Pihak Satpol PP pun telah berkoordinasi dan melayangkan laporan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar segera menambah fasilitas lampu penerangan di sekitar lokasi Sriwedari.

"Kami juga sudah lapor kepada Pak Sekda, Pak Wali juga, mohon ada penambahan penerangan. Karena kalau malam hari di area itu gelap sekali. Jadi perlu penerangan lampu PJU (Penerangan Jalan Umum)," pungkasnya.

Pemkot Solo Siapkan Tambahan CCTV

Merespons hal itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan bahwa fasilitas penerangan pada area publik yang dinilai rawan terjadinya pelanggaran asusila bakal dioptimalkan.

"Lalu kami tambahkan penerangan-penerangan di ruang-ruang publik yang tempat menjadi rawan untuk digunakan asusila," terang Respati, Senin (1/6/2026).

Langkah antisipasi ini juga akan diperkuat dengan penambahan unit kamera pengawas (CCTV) guna memantau sejumlah titik rawan yang dimaksud.

"Pasti, pasti itu sudah masuk di program kami, penambahan CCTV. Pengawasan, surveillance, menjadi fokus utama agar tidak ada lagi tindakan asusila. Kami tidak akan memberikan peluang sedikit pun untuk tindakan asusila di Kota Solo," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Taufik Muhammad menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengecek aspek teknis di lapangan.

"Mulai hari ini sudah kami survei dulu teknisnya terkait penambahan titik penerangan. Termasuk apakah nanti bisa menggunakan yang penerangan yang dari dalam stadion," ujar Taufik, Senin (1/6/2026).

Dishub Solo kini juga tengah memetakan penempatan CCTV baru guna memantau area titik buta (blind spot) yang sejauh ini masih didominasi di kawasan persimpangan jalan.

"Karena menuju ke Smart City ya untuk penambahan CCTV yang di titik-titik lokasi yang daerah rawan, termasuk pusat-pusat kegiatan itu. Kalau yang CCTV kan perlu pengkajian perencanaan. Nanti ini mungkin di perubahan nanti akan kami usulkan," jelasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index