Sudin KPKP Jaksel Pastikan Kurban Tahun Ini Ramah Lingkungan

Sudin KPKP Jaksel Pastikan Kurban Tahun Ini Ramah Lingkungan
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan memeriksa hewan kurban.(Sumber:NET)

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) menjamin proses penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha mendatang diterapkan secara ramah lingkungan lewat berbagai metode.

"Dalam pemotongan hewan kurban, kami mengimbau untuk menyiapkan tempat/lubang penampungan darah dan kotoran isi perut," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho S Yudyantoro saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Dia juga menuturkan bahwa kini telah diterbitkan larangan membuang darah beserta isi perut hewan kurban ke area saluran air umum (got).

Dia memaparkan bahwa darah serta isi perut hewan kurban tersebut berpotensi mengotori saluran air jika dibuang secara sembarangan.

Oleh sebab itu, instansinya meminta panitia kurban untuk menyediakan lokasi penampungan darah dan isi perut hewan kurban agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.

"Darah dan isi perut dapat mencemari saluran air umum dan dapat menimbulkan kedangkalan atau mengendap," ujar Ridho.

Selanjutnya, mengenai aktivitas penyembelihan hewan kurban, dia menyebutkan kegiatan tersebut biasanya bertempat di masjid, mushalla, ataupun pekarangan rumah warga, sehingga manajemen limbahnya memerlukan atensi khusus.

"Kalau pemotongan hewan kurban pada umumnya dilaksanakan di masjid, mushalla, atau di halaman rumah masyarakat," tutur Ridho.

Di samping itu, para panitia kurban turut diminta memakai wadah yang ramah lingkungan ketika membagikan daging kurban.

Dia berpendapat pembungkusan daging kurban bisa memakai material yang gampang terurai, contohnya besek, bongsang, atau plastik ramah lingkungan (biodegradable).

"Menggunakan wadah daging kurban yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang, seperti besek bambu/besek daun pandan, daun pisang dan sejenisnya," ungkap Ridho.

Lebih jauh, dia menerangkan bahwa sisa daging maupun jeroan hewan kurban pun bisa didaur ulang supaya tidak memperbanyak volume sampah.

"Kemudian, limbah daging atau jeroan dikubur. Pemanfaatan organ untuk pakan maggot," imbuh Ridho.

Di sisi lain, dia memaparkan bentuk sokongan dari Sudin KPKP Jakarta Selatan bagi para panitia kurban, yaitu berupa fasilitas peralatan esensial seperti terpal dan pisau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index