JAKARTA - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) mengimbau masyarakat untuk mengecek kondisi kesehatan serta asal-usul hewan kurban sebelum bertransaksi.
"Pastinya, cari tempat penjualan hewan kurban yang sudah terpercaya. Artinya, bukan yang baru jualan, baru sekali jualan," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho Sosro Yudyantoro saat dihubungi di Jakarta, Selasa (26/05/2026).
Dia pun meminta masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat penjualan yang terpercaya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mencermati kondisi fisik hewan kurban sebelum membelinya, tampak sakit atau sehat dari penampilan hewan tersebut.
Menurut Ridho, secara teknis, masyarakat perlu memastikan hewan kurban yang hendak dibeli dalam kondisi sehat, cukup umur dan tidak cacat.
Dia mengatakan masyarakat juga perlu memastikan kelengkapan administrasi hewan kurban, termasuk surat kesehatan hewan dan dokumen asal ternak.
"Kemudian, ada rekomendasi pengeluaran hewan dari tempat asal. Ada rekomendasi pemasukan hewan ke DKI Jakarta, dan seterusnya," ujar Ridho.
Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Selatan Jaksel telah mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lokasi penampungan di wilayah Pesanggrahan menjelang Idul Adha tahun ini.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk menjamin kesehatan serta kualitas dan kelayakan hewan kurban yang akan disembelih.
Pemeriksaan tersebut meliputi kelayakan syarat syariat dan kesehatan fisik guna memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular atau zoonosis serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
Sudin KPKP Jakarta Selatan telah memeriksa sebanyak 18.575 ekor hewan kurban selama sepekan menjelang Idul Adha.
Dalam pemeriksaan itu, pihaknya menemukan enam ekor hewan kurban sakit pada bagian kaki, paha dan lato-lato atau yang biasa dikenal sebagai Lumpy Skin Disease (LSD).