JAMBI - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I sepanjang 67,45 kilometer dari Simpang Ness hingga Merlung dipastikan bakal dilengkapi dengan dua simpang susun utama, yakni simpang susun Cinto Kenang dan simpang susun Merlung.
Keberadaan kedua simpang susun tersebut menjadi bagian penting dari infrastruktur tol yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2027 untuk meningkatkan konektivitas serta menggerakkan roda perekonomian di wilayah Provinsi Jambi.
Proyek yang melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Barat ini dibagi ke dalam empat paket pekerjaan. Ruas tersebut akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun dalam empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B. Salah satu paket akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari sebagai struktur utama.
Pemerintah setempat menekankan pentingnya matangnya seluruh tahapan persiapan, terutama terkait kepastian pengadaan lahan belajar dari pengalaman proyek sebelumnya.
"Kami belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana," ujar Al Haris.
Pihaknya menginstruksikan tim agar bekerja transparan serta mengedepankan keadilan bagi masyarakat.
"Kami ingin seluruh proses berjalan baik. Yang dilakukan bukan sekadar ganti rugi, tetapi memberikan nilai yang adil sehingga masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan ini," tegasnya.
Proyek strategis nasional ini juga dirancang dengan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan secara menyeluruh. Langkah mitigasi seperti pengendalian debu, kebisingan, keselamatan kerja, hingga penyediaan jalan perlintasan masyarakat melalui pembangunan underpass dan overpass disiapkan agar aktivitas warga setempat tidak terganggu.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama pihak pelaksana, badan pertanahan, serta dukungan dari lembaga pendanaan internasional seperti Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berkomitmen terus memperkuat sinergi demi kelancaran pembangunan ruas tol ini.