JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat kemajuan pelaksanaan pembangunan infrastruktur untuk Tahun Anggaran 2026 yang terus berjalan hingga bulan Agustus dengan pencapaian fisik berada di angka 54,84 persen serta penyerapan dana sebesar 49,59 persen dari total alokasi anggaran Rp132,38 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa alokasi dana tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan bangunan fisik yang dapat berfungsi dengan baik serta memberikan dampak positif seluas-luasnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Anggaran ini harus berubah menjadi infrastruktur yang berfungsi dan mampu memberikan manfaat yang maksimal untuk masyarakat Indonesia," ujar Dody.
Batas anggaran Kementerian PU tercatat sempat mengalami beberapa kali penyesuaian, mulai dari penetapan awal sebesar Rp118,5 triliun, lalu disesuaikan menjadi Rp106,18 triliun setelah adanya penajaman pengeluaran, hingga penyesuaian akhir menjadi Rp132,38 triliun usai memperoleh tambahan alokasi dana untuk perbaikan pascabencana dan pembangunan fasilitas sekolah.
Program akselerasi pada tahun 2026 mencakup pengerjaan 15 bendungan yang sedang berlangsung, pembuatan saluran irigasi baru mencakup area 11.121 hektare, pembenahan jaringan irigasi seluas 85.347 hektare, serta pengerjaan sarana pengendali banjir sepanjang 182,12 kilometer dan pelindung kawasan pesisir sepanjang 16 kilometer.
Di samping itu, pihak Kementerian PU turut menyelenggarakan kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang tersebar di 12.000 titik lokasi dan ditargetkan rampung pada periode tahun ini.
Sektor Bina Marga menangani berbagai pekerjaan fisik yang mencakup:
- Pembangunan lintasan jalan baru sepanjang 123 kilometer
- Peningkatan kapasitas beserta perawatan jalan sepanjang 1.690 kilometer
- Pemeliharaan jembatan sepanjang 107.605 meter
- Pembangunan dan penggantian struktur jembatan
- Pembuatan jalan layang maupun perlintasan bawah tanah sepanjang 150 meter
- Pembangunan jaringan jalan tol sepanjang 32,73 kilometer
Pada sektor Cipta Karya, proyek yang berjalan meliputi penyediaan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 791,40 liter per detik, penambahan jaringan koneksi ke rumah warga sebanyak 40.908 unit, hingga pemrosesan pembuangan air limbah bagi 102.553 unit keluarga.
Kementerian PU juga menggulirkan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) dan skema padat karya yang menjangkau 15.237 titik lokasi dengan dukungan anggaran mencapai Rp5,43 triliun. Penyerapan dana pada program tersebut kini berada pada angka 50,15 persen dengan progres fisik sebesar 38,47 persen.
"Program ini termasuk P3-TGAI dengan progres keuangan 76,59% dan fisik 61,65%, pembangunan 92 jembatan gantung di bidang Bina Marga, serta 3.145 lokasi di bidang Cipta Karya yang terdiri dari PISEW, Pamsimas, Sanimas, Sanitasi LPK, dan TPS3R," kata Dody Hanggodo.