BENGKULU - Wajah estetik Kota Bengkulu kembali ternodai oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Tabot yang berada di kawasan strategis dekat Benteng Marlborough dilaporkan rusak. Seluruh jaringan kabel listrik bawah tanah yang berfungsi sebagai penerangan taman di malam hari hilang dicuri.
Padahal Taman Tabot merupakan RTH baru yang dibangun di era kepemimpinan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing. Taman ini didesain untuk memadukan nilai budaya lokal, estetika kota, dan kenyamanan publik sebagai upaya meningkatkan daya tarik pariwisata.
Akibat pencurian tersebut, Taman Tabot yang biasanya tampil gemerlap di malam hari kini terancam gelap gulita. Pelaku diduga menggali tanah dan memotong seluruh sistem kabel yang menyuplai daya ke lampu-lampu taman.
Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya dari sisi material pemerintah daerah, tetapi juga merampas hak masyarakat yang sering memanfaatkan taman untuk beraktivitas di malam hari.
Menanggapi kejadian itu, pihak berwenang mengaku sangat kecewa dan menyayangkan kerja keras pemerintah mempercantik kota justru dirusak oleh tangan jahil.
“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Taman yang tadinya indah, bercahaya, dan nyaman saat malam hari, harus dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan ikut menjaga aset publik. Pengawasan bersama dinilai menjadi kunci untuk mencegah aksi pencurian dan perusakan fasilitas umum terulang kembali.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di sekitar kawasan taman untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah ini. Mari kami awasi bersama, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk merusaknya,” tegasnya.
Kasus hilangnya kabel bawah tanah di Taman Tabot kini menjadi perhatian serius pihak pemerintah kota dan akan segera dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum agar pelaku dapat diidentifikasi dan diproses sesuai aturan yang berlaku.