TANJUNGSARI - Seorang remaja yang masih duduk di bangku SMP diduga menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan di kawasan Pantai Sepanjang, Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu (22/8/2026) siang. Peristiwa ini segera dilaporkan ke Polsek Tanjungsari oleh pihak keluarga.
Korban mengalami beberapa luka di bagian kaki, tangan, punggung, dan iga setelah mendapat tindakan penganiayaan serta pengeroyokan dari 2 orang temannya, yaitu AF dan IQ.
Kasus penganiayaan ini bermula ketika korban melontarkan candaan kepada beberapa temannya, termasuk kepada pelaku. Merasa tidak terima, pelaku menyuruh korban meminta maaf dan melakukan klarifikasi sambil direkam dalam bentuk video.
Setelah tindakan tersebut dilakukan, pelaku yang merupakan pelajar di salah satu SMP N di wilayah Kapanewon Tanjungsari justru meminta uang sebesar Rp 500 ribu kepada korban sebagai kompensasi atas permintaan maaf tersebut.
"Anak saya sempat menawar setengahnya, sekitar 250 ribu. Namun korban malah disuruh ke wilayah yang sepi di area Pantai Sepanjang, pada Sabtu siang. Sesampainya di lokasi, anak saya dianiaya sambil divideokan oleh teman temannya," ungkap Supoyo, Minggu (23/8/2026) dini hari.
Tak berhenti di situ, aksi penganiayaan tersebut juga disaksikan oleh banyak rekan seumuran mereka. Rekaman video penganiayaan itu kemudian diunggah oleh pelaku ke dalam unggahan status media sosial WhatsApp.
Karena tidak terima atas perlakukan tersebut, keluarga korban mendatangi Polsek Tanjungsari untuk melaporkan kejadian secara hukum.
Laporan dari pihak keluarga telah diterima dan petugas saat ini sedang memeriksa sejumlah saksi. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.