Pemkab Badung Genjot Akses Jalan Baru Lewat Anggaran Infrastruktur

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:46:22 WIB
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.(Sumber:NET)

BADUNG - Pemkab Badung mengalokasikan 59,8 % anggaran demi belanja infrastruktur pada perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026.Porsi ini menjadi yang paling dominan, di mana pembuatan jaringan jalan baru serta akses baru di wilayah Kabupaten Badung menjadi salah satu prioritas utama.

Kesepakatan pengubahan KUA-PPAS 2026 tersebut dirumuskan Pemkab Badung bersama pihak DPRD Badung dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Badung.

"Sebesar Rp 1,7 triliun belanja yang masuk dalam perubahan lah sebagian besar itu adalah untuk infrastruktur. Mendorong untuk pengembangan jaringan-jaringan, pembangunan jaringan jalan baru ya, akses baru yang ada di Kabupaten Badung," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Kamis (13/8/2026).

Porsi besar bagi infrastruktur tersebut berbanding lurus dengan melonjaknya belanja daerah secara signifikan dalam perubahan KUA-PPAS 2026.Pengeluaran belanja daerah mengalami kenaikan kisaran Rp 1,7 triliun, dari yang semula Rp 11 triliun lebih menjadi Rp 13 triliun lebih.

"Belanja kami yang awalnya adalah dipasang 11 triliun lebih, sekarang menjadi 13 triliun. Ada peningkatan yang cukup signifikan sekali pada belanja itu, sekitar 1,7 triliun," katanya.

Lonjakan belanja daerah ini didorong oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merangkak naik sekitar Rp 200 miliar lebih.PAD merangkak dari Rp 9,5 triliun lebih menjadi Rp 9,8 triliun lebih.

Peningkatan porsi anggaran fisik ini turut menjadikan belanja modal Pemkab Badung melampaui Rp 4 triliun lebih.Adi Arnawa menyatakan bahwa porsi belanja infrastruktur sebesar 59,8 % ini mencetak rekor baru.

"Ini luar biasa karena mungkin dalam sejarah baru pertama kali kami bisa mencapai belanja infrastruktur 59,8 %. Nah tentu saya juga sangat senang sekali melihat komposisi daripada belanja kami, dan belanja modal 4 triliun sekian," tuturnya.

Di samping pengerjaan jaringan jalan baru demi memperkokoh keterhubungan antarwilayah, anggaran perubahan ini pun disalurkan pada tujuh prioritas daerah, mulai dari bidang pariwisata sampai pelayanan publik.

Kebijakan ekspansif ini dipandang krusial demi memperkuat daya saing wilayah pariwisata Badung menghadapi persaingan dari kawasan lain.

"Kami menyadari bahwa sampai hari ini berdasarkan data kami di Badung sangat bergantung dari sektor pariwisata. Oleh karena itulah mau tidak mau kami harus segera melakukan hal itu kalau kami tidak ingin tertinggal oleh wisatawan," pungkasnya.

Terkini