JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas di area Stasiun Glodok beserta Stasiun Kota.
Langkah rekayasa ini dijalankan seiring berjalannya pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2 pada paket kontrak CP203.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas tersebut diselaraskan dengan tingkatan proyek demi menjaga kelancaran jalan.
"Area Stasiun Kota dan Simpang Asemka berlangsung pada periode 10 Agustus 2026 sampai 15 Januari 2027," kata Budi, Rabu, 5 Agustus 2026.
Selanjutnya di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, pergerakan lalu lintas arah utara ke selatan memanfaatkaan bagian sisi barat hingga Simpang Asemka.
Adapun jalur akses sisi timur melintasi area barat menuju arah Jalan Hayam Wuruk, yang diperuntukkan khusus bagi armada bus Transjakarta beserta akses masuk bangunan.
Kemudian pada kawasan persimpangan Asemka, pengguna jalan dari arah barat ke timur maupun sebaliknya diarahkan melewati lajur sisi utara area pekerjaan terowongan melalui penyesuaian geometrik jalan.
Mengenai akses jalan menuju bangunan, menurut Budi, ruko beserta gedung di sisi barat masih dapat dijangkau lewat jalur satu lajur yang telah ada sebelumnya.
Apabila muncul penumpukan kendaraan, ruas lintasan ini bakal dibuka bagi sarana transportasi umum.
"Di area Stasiun Glodok, rekayasa dilakukan dengan mengalihkan sistem contra flow dari Jalan Gajah Mada ke sebagian Jalan Hayam Wuruk karena pergeseran area kerja ke sisi barat. Akses ke gedung sisi barat tetap disediakan satu lajur," ungkap Budi.
Budi memaparkan secara rinci skema rekayasa lalu lintas untuk rentang waktu mendatang, meliputi:
- Tahap 4.1 (10 Agustus – 9 September 2026): Pemberlakuan sistem contra flow pada ruas Jalan Hayam Wuruk.
- Tahap 4.2 (10 September – 9 Oktober 2026): Akses masuk Jalan Kemurnian VI ditutup sementara guna pembangunan fasilitas pintu masuk stasiun dan rutenya dialihkan mengitari area Hotel Novotel.
- Tahap 4.3 (10 Oktober 2026 – 17 Mei 2027): Akses lintasan Jalan Kemurnian VI kembali difungsikan.
Sebaliknya, rute menuju Hotel Novotel akan ditutup.
Sementara itu akses mengarah ke Maxim, Jhony Steak, serta Klinik JMB dialihkan melewati Jalan Kemurnian VI mengaplikasikan mekanisme buka-tutup.
Budi memberikan imbauan bagi para pengguna jalan agar memanfaatkan rute alternatif.Dengan demikian, penumpukan kemacetan dapat dihindarkan.
"Dishub DKI mengimbau pengguna jalan untuk mengandalkan rute alternatif, mematuhi rambu dan petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan. Pelaksana proyek bertanggung jawab penuh atas keamanan para pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung," kata Budi.