Dedi Mulyadi Minta Warga Jabar Bersatu Lawan Kejahatan Terstruktur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:47:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(Sumber:NET)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa wilayah Jawa Barat saat ini menjadi kawasan yang rentan disasar oleh ragam aksi kejahatan terorganisir.

Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh elemen warga dan aparat keamanan untuk bersatu padu menindak perbuatan kriminal, mulai dari pencopetan, pembegalan, hingga peredaran minuman keras serta obat-obatan terlarang.

Pernyataan ini diutarakannya dalam sebuah imbauan kepada publik Jawa Barat.Menurut pandangannya, langkah menjaga ketertiban tidak bisa hanya menggantungkan peran petugas penegak hukum, melainkan memerlukan keterlibatan aktif segenap lapisan warga.

“Jawa Barat menjadi daerah yang sangat empuk untuk dilakukannya operasi kejahatan yang terstruktur di berbagai tempat,” ujar Dedi.

Soroti Beragam Bentuk Kejahatan

Dedi merinci beberapa aksi kriminalitas yang dinilainya masih menjadi ancaman nyata di Jawa Barat.Di antaranya yakni praktik pencopetan, penjamretan, pencurian, penggarongan, aksi pembegalan, sampai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Ia menilai, berbagai modus kejahatan tersebut wajib memperoleh penanganan serius karena berpotensi merusak rasa aman warga.

Di samping kejahatan konvensional, Dedi turut menyoroti maraknya peredaran minuman keras (miras) dan obat keras, termasuk tramadol, yang dipandang berpotensi memicu tindak kejahatan.

Tramadol Dinilai Memicu Aksi Kriminal

Dedi menegaskan bahwa penyalahgunaan tramadol merupakan salah satu persoalan mendesak yang perlu diselesaikan bersama.

Menurutnya, pemakaian obat tersebut sering kali disalahgunakan hingga memengaruhi kondisi psikologis para pelaku kejahatan.

“Tramadol dikonsumsi melahirkan orang dalam keadaan nyalinya tinggi, berani membacok, berani menjambret, berani mencopet, bahkan berani membunuh,” katanya.

Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan bisnis haram yang berkaitan dengan peredaran obat ilegal dan miras tidak boleh dibiarkan menjamur di tengah warga karena berisiko memunculkan tindak kejahatan baru.

Ajak Masyarakat Bersatu Melawan Kejahatan

Guna menekan tingkat kriminalitas, Dedi mengimbau publik agar berani menindak serta tidak memberikan celah sedikit pun bagi para pelaku kejahatan maupun pengusaha bisnis ilegal.

Ia pun meminta seluruh jajaran jajaran pemerintahan dan aparat keamanan untuk mempererat kolaborasi dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Berdasarkan penjelasannya, kerja sama ini mencakup berbagai tingkatan mulai dari RT, RW, kepala desa, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres, hingga Polda Jawa Barat demi memberantas beragam bentuk kejahatan secara bersama-sama.

Minta Warga Hilangkan Rasa Takut

Pada bagian akhir imbauannya, Dedi mengingatkan warga agar tidak gentar menghadapi segala aksi kriminalitas.Sebab menurutnya, sikap takut justru memberikan keleluasaan bagi para pelaku untuk terus melancarkan aksinya.

“Hilangkan rasa takut karena rasa takut itu membuat mereka nyaman beroperasi,” ujarnya.

Ia berharap sinergi yang terjalin antara publik dan aparat dapat mewujudkan situasi Jawa Barat yang makin aman, nyaman, tentram, serta bersih dari berbagai kejahatan.

Terkini