Kronologi Momen Terakhir Chelsy Sebelum Dibunuh Pelaku di Nabire

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:59:58 WIB
Tampak Ketua IKT Nabire, Yulianus Pasang saat menyampaikan kata penghiburan kepada keluarga besar di rumah duka, Jalan Nabarua Bawah, Distrik Nabire.(Sumber:NET)

NABIRE - Kasus pembunuhan keji yang menimpa Chelsy Kaltrin Candra (14) di kawasan Jalan Raya Waroki, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Papua Tengah, mengungkap fakta baru mengenai aktivitas terakhir korban.

Berdasarkan penuturan keluarga, sebelum ditemukan meninggal secara sadis dengan luka bakar, siswi SMP Negeri 1 Nabire tersebut ternyata sempat menghabiskan waktu dengan bermain dan makan cilok bersama keponakannya di rumah.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan keluarga korban, Ruben Tandi, saat prosesi pemakaman di rumah duka, Jalan Nabarua Bawah, Minggu (2/8/2026).

Ruben mengaku melihat korban kala itu sangat ceria saat berkumpul bersama kerabatnya pada hari kejadian.

"Mereka main di rumah kami," kata Ruben saat menceritakan kenangan terakhir bersama almarhumah.

Pertemuan hangat di rumah keluarga tersebut diwarnai dengan momen kebersamaan yang santai.

"Berceria sambil makan cilok," tambah Ruben.

Sayangnya suasana santai tersebut berubah ketika waktu menunjukkan pukul 20.00 WIT.

Korban kemudian meminta izin kepada keponakannya untuk keluar rumah sebentar.

"Katanya mamanya ada suruh ke toko untuk membeli sesuatu," ucap Ruben.

Saat pergi meninggalkan rumah, korban diketahui sama sekali tidak membawa telepon seluler miliknya.

"HP-nya di kasi tinggal di rumah," ungkap Ruben mengenai telepon selulur korban yang ditinggalkan.

Setelah keluar dari rumah, korban dilaporkan berjalan kaki menuju ke kawasan Dunia Kolor.

Kawasan Dunia Kolor sendiri merupakan sebuah kompleks pemukiman yang terletak cukup dekat dengan kediaman korban.

Setibanya di lokasi tersebut, korban diduga langsung dijemput oleh pelaku yang berinisial A (14).

Pertemuan di kompleks itu menjadi awal dari rangkaian peristiwa tragis yang menimpa remaja perempuan tersebut.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di tepi Jalan Raya Waroki, tepatnya di dekat Pantai Naikere.

"Setelah itu berjalannya waktu, Chelsy ditemukan sudah meninggal di Jalan Waroki, tepatnya dekat Pantai Naikere," kata Ruben.

Berdasarkan data riwayat hidup, korban merupakan siswi aktif kelas VII SMPN 1 Nabire.

Remaja kelahiran Nabire pada 9 Desember 2011 ini merupakan anak kedua dari pasangan almarhum Billy Candra dan Maria Lumbaa.

Sebelum bersekolah di SMP Negeri 1 Nabire, almarhumah memulai jenjang pendidikannya di TK Maranatha pada periode 2017–2018.

Korban selanjutnya menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Siriwini hingga dinyatakan lulus pada tahun 2024 yang lalu.

Kasus pembunuhan berencana yang diduga dilatarbelakangi motif asmara ini kini sedang ditangani secara intensif oleh penyidik Polres Nabire.

Terkini